Kasus Siswa Terlibat Pembuatan Video Joget dihentikan, Siapkan Sanksi Hafal Ayat Suci

Rapat koordinasi antara Polres Blitar dengan lembaga masyarakat dan dinas terkait membahas langkah selanjutnya untuk siswa yang melakukan joget erotis. (foto:JatimTIMES)
Rapat koordinasi antara Polres Blitar dengan lembaga masyarakat dan dinas terkait membahas langkah selanjutnya untuk siswa yang melakukan joget erotis. (foto:JatimTIMES)

JATIMTIMES, BLITAR – Kasus siswa yang terlibat joget erotis yang sempat viral sudah  tidak berlanjut ke ranah hukum. Para siswa yang terlibat dalam perkara tersebut hanya mendapatkan sanksi. Sanksi yang diberikan di antarnaya dengan menghaalkan ayat suci Al Quran.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur, Suhartono mengatakan menyatakan penanganan siswa dalam perakra tersebut memang tidak diteruskan proses hukumnya oleh polisi. Akan tetapi, para siswa  diberikan sanksi. Untuk jenis  sanksi ini serahkan ke lembaga pendidikan yakni SMAN 1 Kademangan.

“ Kita memfasilitasi pembinaan siswa ini, seperti nanti selasa MUI akan melakukan pembinaan di sekolah,” ujar Suhartono usai mengikuti rapat koordinasi  pada Senin (12/2/2018) di Polres Blitar.

Rapat itu diikuti oleh Ketua FKUB Kab Blitar, Kapolres Blitar, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jatim, Perwakilan Kabupaten Blitar, Kepala Sekolah dan perwakilan guru SMA Negeri 1 Kademangan, Muspika Kademangan, Kapolsek Jajaran Polres Blitar, Ketua MUI Blitar, dan Ketua ormas NU dan Muhammadiyah.

Dia juga berpesan kepada seluruh tenaga pendidik dengan hal ini semakin memperkuat pendidikan karakter pada siswanya. Dalam hal ini yakni pendidikan terintegrasi di mana pendidikan karakter tak harus tanggung jawab guru agama. Tapi guru mata pelajaran lain harus memberikan pengajaran berperilaku baik pada siswanya.

“ Jadi pendidikan karakter jangan berfikiran sempit hanya tanggung jawab satu mata pelajaran. Tapi ini terintergrasi seluruh mata pelajaran tapi kita melihat aspek goal pembelajaran yakni kognitif, psikomotor, dan afektif. Dan afektif inilah kadang dilupakan kalau di mana selama ini hanya pengetahuannya saja yang dinilai tapi sikap juga perlu diperhatikan,” terangnya.

Sementara itu Sementara itu, Plt Kepala Sekolah SMA Kademangan, Sumino, mengatakan sekolah akan  memberikan sanksi kepada para siswa. Hal itu sesuai dengan pesan dari berbagai pihak dalam koordinasi. Rekomendasinya pemberian sankgi berupa hal positif.

“ Seperti saran tadi anak-anak ini kami beri hukuman yang mendidik seperti disuruh menghafalkan ayat-ayat Al-quran seperti surat Yasin dan lainnya. Lalu kita akan perketat lagi pengawasan kelas supaya kelas yang gurunya berhalangan tidak mengajar harus diisi dengan kegiatan supaya siswa tidak bermain-main di kelas,” katanya. (*)

 

 

Pewarta : Mardiano Prayogo
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top