Pengundian Nomor Urut Paslon Gubernur Jatim (1)

Jadi Ajang Adu Yel-Yel Antar Dua Tim Pendukung

Nomor urut yang didapat Khofifah-Emil dan Gus Ipul-Puti
Nomor urut yang didapat Khofifah-Emil dan Gus Ipul-Puti

JATIMTIMES, SURABAYAKomisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur (Jatim) menggelar rapat pleno terbuka pengundian dan pengumuman nomor urut peserta Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018. Kegiatan berlangsung di Hotel Mercure, Surabaya, Selasa (13/2) siang.

Dua pasangan Calon Gubernur-Calon Wakil Gubernur (Cagub-Cawagub) Jatim hadir dalam acara pengundian nomor urut. Yaitu pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno.

Khofifah dan Emil terlihat lebih dahulu masuk ke ruangan sekitar pukul 14.00 WIB. Selisih lima menit kemudian pasangan Gus Ipul-Puti bergantian hadir di dalam ruangan.

Acara pengundian nomor urut diawali dengan pengambilan nomor antrean. Emil mendapatkan angka 9. Sementara Puti mendapatkan angka 7. Berdasarkan aturan, angka tertinggi akan mengambil nomor urut terlebih dahulu.

Selanjutnya, Khofifah mendapat kesempatan pertama mengambil terlebih dahulu nomor undian. Tanpa ragu Khofifah langsung mengambil sebuah nomor yang ada di dekatnya. Sementara Gus Ipul yang tidak bisa memilih langsung mengambil satu-satunya nomor yang tersisa.

Dengan disaksikan seluruh komisioner KPU Jatim dan Bawaslu Jatim, Khofifah-Emil dan Saifullah Yusuf-puti membuka secara bersama-sama nomor urut tersebut.

Hasilnya, pasangan Khofifah-Emil mendapat nomor urut 1. Sementara pasangan Gus Ipul-Puti mendapat nomor urut 2.

Ajang pengundian nomor urut tersebut juga seakan jadi lomba adu yel-yel antar dua pendukung. Masing-masing pendukung sudah menyiapkan foto pasangan yang didukung sesuai nomor urut yang akhirnya keluar.

Untuk pendukung Khofifah-Emil memiliki yel-yel 'Wis Wayahe Ibu Khofifah' dan 'Mari Pakde Saiki Bude'.

Sementara untuk pasangan Gus Ipul juga memiliki yel-yel. 'Wong Jawa Timur. Kabeh Sedulur-Kabeh Makmur'.

Dalam sambutannya Ketua KPU Jatim Eko Sasmito menyatakan pengundian adalah sebagai syarat lebih lanjut dari tahapan pilkada. "Salah satunya untuk syarat cetak," ujarnya.

Sebelumnya kata dia proses pendaftaran calon sudah dilakukan 8-10 Januari. "Setelah itu ada proses penelitian, perbaikan dan penelitian ulang kembali. Sampai kemudian penetapan sahnya calon kemarin," imbuhnya.

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Surabaya TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top