Grup musik keroncong pelajar tampil dalam sebuah acara.(Foto : Aunur Rofiq/JatimTIMES)
Grup musik keroncong pelajar tampil dalam sebuah acara.(Foto : Aunur Rofiq/JatimTIMES)

Musik keroncong yang perlahan menjadi ikon kesenian di Jawa Timur akan diusulkan masuk dalam kurikulum muatan lokal (Mulok) di sekolah-sekolah di Kabupaten Blitar.

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar, Luhur Sejati, mengatakan sebagai kesenian yang asli berasal dari Indonesia, musik keroncong harus terus dikembangkan, dan diajarkan kepada generasi muda melalui pelajaran-pelajaran muatan lokal dan ekstrakurikuler di sekolah.

“Kami akan berupaya kerjasama dengan Dinas Pendidikan, minimal keroncong masuk ekstrakurikuler dulu. sehingga music keroncong bisa dikenal oleh anak-anak,” kata Luhur Sejati kepada BLITARTIMES.

Ditegaskan, Pemkab Blitar melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga berkomitmen mendukung upaya pengembangan dan pelestarian musik keroncong di Kabupaten Blitar. Selain mendorong musik keroncong masuk ke sekolah, pihaknya juga memberikan pelatihan gratis musik keroncong kepada masyarakat yang ingin belajar.

“Kita  gencar lakukan pembinaan. Kami  akan fasilitasi tempat untuk latihan di Aula Disparbudpora ini. Dan nanti menunggu petunjuk Pak Bupati dan Wakil Bupati kita akan membelikan alat musik keroncong yang bisa mereka gunakan untuk latihan,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, keroncong tengah menggeliat di Jawa Timur. Kemajuan dibuktikan  Jawa Timur dengan menggeser Jawa Tengah sebagai  propinsi  di Indonesia dengan perkembangan keroncong paling maju. Saat ini di Jawa Timur tercatat ada 167 grup musik keroncong.

“Tentunya kita tak mau ketinggalan. Salah satu kunci memajukan music keroncong adalah dengan mengenalkannya kepada anak-anak sejak dini. Maka  mutlak keroncong harus masuk ke sekolah-sekolah,” tuntasnya.(*)