Bertahan Selama 90 Tahun, Ini Dia Warung Soto Legendaris di Kota Malang

Soto Daging Rahayu, salah satu warung soto legendaris di Kota Malang yang sudah ada sejak tahun 1928 (Pipit Anggraen/MalangTIMES)
Soto Daging Rahayu, salah satu warung soto legendaris di Kota Malang yang sudah ada sejak tahun 1928 (Pipit Anggraen/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Kota Malang memang dikenal sebagai salah satu surganya kuliner. Saat ke Malang, rasanya memang tak pas jika tidak mencicipi aneka hidangan yang ada.

Selain menu kekinian, di kota pendidikan ini juga masih banyak loh kuliner lawas dan legendaris yang bisa ditemui. Salah satunya Soto Daging Rahayu, yang bertahan selama 90 tahun.

Pertama kali, usaha Soto Daging ini dimulai pada tahun 1928. Bahkan sampai sekarang, rombong yang digunakan oleh generasi pertama masih disimpan dengan baik.

Meskipun bentuknya sudah tak sama seperti awal lantaran sempat terbakar dua kali.

"Tapi meskipun terbakar dua kali, rombong pikul yang digunakan mbah saya (generasi pertama) masih bertahan sampai sekarang," kata penerus usaha Soto Daging Rahayu, Hj. Tutik pada MalangTIMES belum lama ini.

Kakek Tutik memulai berjualan dengan memanggul rombong yang terbuat dari bambu dan berkeliling di kawasan Pasar Besar sejak tahun 1928.

Saat itu, daging tak semudah ditemui seperti sekarang. Terkadang, daging pun diganti dengan tempe dan kuah soto.

"Ceritanya si mbah, dulu kalau jualan terkadang sembunyi-sembunyi, biar tidak ketahuan penjajah," tutur perempuan berhijab itu.

Setelah merdeka, usaha Soto Daging Rahayu akhirnya terus berkembang. Dari yang awalnya berkeliling di emperan, kemudian usaha tersebut dapat menetap di sebuah warung di lantai dasar Pasar Besar. 

Sampai pada akhirnya memutuskan pindah ke kawasan permukiman di Jl. Laksamana Martadinata sejak tahun 2016, pasca insiden kebakaran yang terjadi di Pasar Besar. 

"Setelah kebakaran terakhir kemarin akhirnya pindah ke rumah," urainya.

Bertahan hingga tiga generasi, Soto Daging Rahayu memang masih banyak diincar pecinta kuliner.

Meski telah berpindah, setiap hari nyatanya masih banyak pengunjung yang datang untuk menikmati hidangan legendaris tersebut.

Satu yang tidak berubah dari soto daging keluarganya itu menurut Tutik adalah ciri khas bumbu kelapa yang ditaburkan di atas nasi dan disiram dengan kuah soto.

Menggunakan resep turun temurun, cita rasa yang dihadirkan pun memiliki ciri khas tersendiri.

"Yang membedakan memang pada kelapa (koyah) yang dibuat dengan bumbu secara turun temurun," urai perempuan ramah itu.

Soto Daging Rahayu ini pun terbilang sederhana. Karena disuguhkan layaknya soto pada umumnya, namun memiliki porsi yang lumayan besar. Per porsi, soto daging dibandrol hanya Rp 10 ribu saja. 

"Murah banget dengan porsi yang lumayan besar. Kebetulan saya memang suka soto dan ini rasanya memang lebih segar," terang salah satu pengunjung Warung Soto Daging Rahayu, Wilda.

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top