Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Bangun Puskesmas dari Cukai Tembakau

Handono, Kasi Kesehatan Rujukan Dinkes Kab Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Handono, Kasi Kesehatan Rujukan Dinkes Kab Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

JATIMTIMES, BLITAR – Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Jawa Timur, kembali memanfaatkan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) untuk pembangunan fasilitas kesehatan. Di tahun 2018 ini  tercatat ada tiga puskesmas yang dibangun menggunakan dana tersetut.

Kepala Seksi Kesehatan Rujukan Dinkes Kabupaten Blitar, Handono, menyampaikan, pembangunan puskesmas berada di tiga titik. Masing-masing Puskesmas Nglegok, Sanankulon dan Puskesmas Pembantu di Desa Selokajang. Pembangunan maksimal dimulai bulan Juli dan harus selesai sebelum Desember 2018.

“Ada tiga titik yang kita bangun tahun ini dan harus selesai akhir tahun 2018,” kata Handono ditemui BLITARTIMES di ruang kerjanya, Rabu (9/5/2018).

Dijelaskan, pembangunan dan rehab puskesmas Sanankulon menelan biaya Rp 400 juta. Sementara pembangunan dan rehab puskesmas Nglegok dianggarkan Rp 568 juta lebih. Dan yang terakhir, anggaran senilao Rp 175 juta dikucurkan untuk pembangunan pagar Puskesmas Pembantu Selokajang.

“Masing-masing Puskesmas itu memang sangat membutuhkan pembangunan. Seperti Nglegok, puskesmasnya besar dan wilayahnya banyak. Disamping itu berada di daerah rawan bencana, karena berada di lereng Gunung Kelud. Sanankulon juga demikian. Ketiga titik itu sangat urgent,” jelas pria ramah ini.  

Lebih lanjut Handono menyampaikan, penggunaan DBHCHT untuk pembangunan puskesmas menjadi prioritas. Karena memang pembangunan di sektor tersebut benar-benar membutuhkan. Disamping itu, Pemkab Blitar belum menggangarkan pembangunan sektor tersebut dari Dana Alokasi Umum (DAU) karena Pemkab masih fokus pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Srengat.

Dinas Kesehatan berharap, pembangunan dan rehab puskesmas yang dilaksanakan nantinya akan memberikan manfaat kepada masyarakat. Pembangunan ini merupakan bukti bahwa Pemkab Blitar peduli terhadap pemenuhan fasilitas kesehatan bagi penduduknya.

“Dinas Kesehatan ingin memberikan pelayanan semaksimal dan sebagus mungkin. Agar masyarakat bisa puas merasakan pelayanan kesehatan. Dan kedua, tuntutan masyarakat harus kita penuhi, khususnya dibidang pelayanan kesehatan,” tuntasnya bersemangat.(kmf)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Moch. R. Abdul Fatah
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top