Tak Bisa Pulang karena Tak Punya Identitas, Begini Kondisi Seorang Pasien RSUD

Jumrotin, Pasien stroke yang tak bisa pulang karena tak punya identitas (Foto: Anang Basso/ TulungagungTIMES)
Jumrotin, Pasien stroke yang tak bisa pulang karena tak punya identitas (Foto: Anang Basso/ TulungagungTIMES)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Seorang perempuan terkulai akibat penyakit stroke di ruang Irna Flamboyan RSUD dr Iskak Tulungagung. Perempuan yang diketahui bernama Jumrotin (43), itu tidak mempunyai kependudukan sehingga dirinya menjadi penghuni "tetap" kamar rawat inap hampir satu bulan lamanya. 

"Saya asli Sambidoplang, sudah pindah ke Kediri," kata Jumrotin dengan suara berbisik. 

Dengan kondisi separuh badan bagian kiri tak bisa bergerak, dirinya hanya tidur terlentang tanpa bisa berbuat banyak. 

"Saya punya anak, tapi saya tidak bisa menghubungi dia. Saya ingin pindah dari sini," bisiknya dengan kata yang lemah. 

Dari data yang ada pada Humas Rumah Sakit, diketahui pasien atas nama Jumrotin masuk sejak tanggal 11 April 2018 atau tepatnya hampir satu bulan. 

"Untuk makan dia sendiri, tapi morat marit karena makan sambil tidur," kata tetangga sebelah tempat Jumrotin dirawat.

Sementara itu, Jumrotin menerima makanan jatah dari rumah sakit tiga kali sehari serta mendapatkan fasilitas lain seperti pembalut atau pampers untuk keperluan buang air kecil dan buang hajat. 

"Makan seperti pasien lain, tiga kali sehari. Untuk keperluan BAB, kita yang sediakan popok (pembalut) dan kita yang pasang dan melepas tiap hari," kata Hanik salah satu perawat. 

Sementara itu, pihak rumah sakit melalui Kepala Humasnya, Muhamad Rifai menegaskan jika masalah pembiayaan pasien dengan kondisi khusus tersebut masih bisa dicarikan solusi. Namun, jika tanpa identitas, pihak rumah sakit sendiri menjadi bingung, bagaimana harus menampung pasien, sementara ruang perawatan terbatas dan harus digunakan optimal untuk perawatan pasien lainnya. 

"Jika masalahnya biaya, selalu ada solusi yang bisa diberikan. Namun jika masalahnya identitas dan juga nasib pasien harus dibawa kemana kita juga masih bingung harus bagaimana," kata Rifai.

Menurutnya, dirinya belum cek secara langsung kondisi pasien yang dimaksud. Rifai berjanji akan segera lakukan cek ke pasien atas nama Jumrotin dan selanjutnya akan melakukan koordinasi terkait masalah yang dihadapi. 

Pewarta : Anang Basso
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top