Inilah Asal Usul Jumrotin, Pasien Tanpa Identitas yang Terkulai di RSUD Tulungagung

Jumrotin, Pasien stroke yang tak bisa pulang karena tak punya identitas (Foto: Anang Basso /TulungagungTIMES)
Jumrotin, Pasien stroke yang tak bisa pulang karena tak punya identitas (Foto: Anang Basso /TulungagungTIMES)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Pasien stroke Rumah Sakit Dr Iskak Tulungagung, Jumrotin yang tak bisa pulang karena tidak punya identitas mulai terkuak asal usulnya. Jumrotin, awalnya merupakan warga Desa Sambidoplang Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung. 

"Dulu memang dia asli warga Sambidoplang, tapi rumah beserta tanahnya telah dijual dan dia nikah lagi di Kediri," kata Kepala Desa Sambidoplang Agus Supriyadi.

Setelah menjual rumah dan tanah, menurut kades, warganya yang bernama Jumrotin itu menikah dengan warga Mojo Kediri dan dikaruniai dua orang anak. 
"Di Mojo punya anak dan sudah besar, tapi dia juga bukan warga Mojo karena beberapa tahun lalu sudah pindah ke Pandelarang Jawa Barat," jelas Agus.

Sekitar sebulan lalu, ada orang sakit diturunkan di terminal Tulungagung dari bus. Orang yang dimaksud adalah Jumrotin dan karena mengaku sebagai warga Sambidoplang, maka Jumrotin diantar ke Sambidoplang dan beberapa waktu ditampung warga. 
"Di sini sudah tak ada keluarga, jadi saat datang saya antar ke Mojo ke keluarganya tapi ditolak termasuk oleh anaknya sendiri. Alasannya bukan warga sana lagi," paparnya.

Terpaksa oleh pihak desa dibawa kembali ke desanya sambil mengurus solusi agar Jumrotin dapat tempat. 
"Saya sudah ke Dinsos, bahkan Dinsos Provinsi. Tapi saat kami masih mengurus syarat untuk masuk panti dinsos itu, Jumrotin sudah diangkut ke rumah sakit oleh pihak kepolisian karena diketahui sakit dan harus diobati," jelasnya.

Syarat yang dimaksud menurut Agus adalah pembuatan identitas kembali yang kini sama sekali tidak dimiliki oleh Jumrotin. 

Kini, pihak desa juga tidak bisa berbuat lebih jauh terkait masalah yang dihadapi oleh Jumrotin karena untuk mengurus kelengkapan identitas harus ditelusuri ke tempat asalnya di Pandelarang Jawa Barat. 
"Ya jika ditelusuri harus ke Pandelarang, tempat dia terakhir domisili," pungkasnya.

Sebelumnya, diketahui seorang perempuan terkulai akibat penyakit stroke di ruang Irna Flamboyan RSUD dr Iskak Tulungagung. Perempuan yang diketahui bernama Jumrotin (43), itu tidak mempunyai kependudukan sehingga dirinya menjadi penghuni "tetap" kamar rawat inap hampir satu bulan lamanya. 
"Saya asli Sambidoplang, sudah pindah ke Kediri," kata Jumrotin dengan suara berbisik. 

Dengan kondisi separuh badan bagian kiri tak bisa bergerak, dirinya hanya tidur terlentang tanpa bisa berbuat banyak. 
"Saya punya anak, tapi saya tidak bisa menghubungi dia. Saya ingin pindah dari sini," bisiknya dengan kata yang lemah 

Dari data yang ada pada Humas Rumah Sakit, diketahui pasien atas nama Jumrotin masuk sejak tanggal 11 April 2018 atau tepatnya hampir satu bulan. 
"Untuk makan dia sendiri, tapi morat marit karena makan sambil tidur," kata tetangga sebelah tempat Jumrotin dirawat .

Sementara itu, Jumrotin menerima makanan jatah dari rumah sakit tiga kali sehari serta mendapatkan fasilitas lain seperti pembalut atau pampers untuk keperluan buang air kecil dan buang hajat. 

Pewarta : Anang Basso
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top