Dituding Jual Bakso Terlalu Mahal, Pemilik Bakso Gladak Perak Bilang Begini

Inilah unggahan soal bakso Gladak Perak yang lagi viral di Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Inilah unggahan soal bakso Gladak Perak yang lagi viral di Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

JATIMTIMES, LUMAJANG – Dalam satu bulan terakhir ini setidaknya ada dua unggahan di media sosial, khususnya di Lumajang tentang Bakso Gladak Perak, jalan menuju Probojiwo, yang dinilai harganya terlalu mahal, karena pihak penjual tidak memasang daftar harga di warungnya.

Unggahan pertama pada tanggal 20 maret lalu, dimana seorang pembeli di warung bakso sederhana itu harus mengeluarkan Rp 25 ribu per porsi. Unggahan pertama ini sempat viral dan mendapatkan respon dari sejumlah netizen, bahkan sampai ada seribu lebih komentar di media sosial facebook, yang menyebut harga tersebut kemahalan.

Hari ini, Sabtu (12/5) seorang pembeli bakso di warung bakso tersebut kembali mengunggah mahalnya bakso tersebut, yang menyebut bahwa dirinya bersama keluarga membeli 3 mangkok bakso dengan sejumlah minuman dan harus merogoh kocek sebesar Rp 194 ribu.

Harga ini dinilai terlalu mahal karena di Lumajang kota saja, harga satu porsi bakso dari sebuah kedai yang lumayan dikenal harganya masih dibawah Rp 15 ribu, bahkan banyak yang seharga Rp 10 ribu saja.

Terkait unggahan tersebut Sugeng Setiyono pemilik warung bakso tersebut membantah kalau baksonya terlalu mahal. Sugeng menyebut bakso di kedainya dijual dengan harga Rp 24 ribu untuk satu porsi.

"Nggak mahal juga mas, karena sesuai dengan rasanya. Bakso saya daging sapi asli dan berkualitas. Dalam satu mangkok ada dua penthol bakso besar yang harganya untuk satu penthol bakso tersebut Rp 12 ribu. Jadi kalau isi dua maka harganya Rp 24 ribu satu porsi," kata Sugeng Setiyono.

Dan sebagaimana unggahan salah seorang netizen yang menyebut harga Rp 194 ribu itu, Segeng mengatakan bahwa selain 3 porsi bakso juga ada sejumlah minuman lain yang dipesan, sehingga akhirnya mencapai Rp 194 ribu.

"Itu tadi yang dibeli bukan hanya bakso saja mas, ada sejumlah minuman dan habisnya tidak sampai Rp 200 ribu. Saya keberatan dengan unggahan di media sosial tersebut karena banyak yang komentar sebagai bakso paling mahal dan komentar lainnya," jelas Sugeng yang kami hubungi via ponselnya.

Sugeng mengatakan, bahwa dirinya sudah 5 tahun berjualan bakso di Gladak Perak dan sejak dulu harganya memang dipatok dengan harga yang sama seperti sekarang. Sugeng juga mengakui bahwa dirinya tidak memasang daftar harga di warungnya.

Sugeng juga menjelaskan, bahwa untuk minuman seperti kopi dan susu dijual dengan harga yang sama, yakni Rp 5 ribu.

Akibat unggahan ini, Sugeng kemudian mengajak bertemu kepada pengunggah status terkait bakso tersebut untuk klarifikasi dan ajakan tersebut dikirim lewat SMS. Seluruh isi SMS kemudian diunggah ke media sosial sehingga masyarakat tahu isi sms tersebut.

Namun sore ini, Sugeng mengaku, bahwa pihak pengunggah bernama Rahman Setiawan sudah melakukan klarifikasi atas unggahannya tersebut. 

Akibat unggahan ini, tak urung bakso Gladak Perak ini jadi Viral dan sejumlah orang ingin datang untuk mencicipi bakso tersebut. 

Pewarta : Moch. R. Abdul Fatah
Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Lumajang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top