Belum Dapat Edaran Jelang Ramadhan, Tempat Hiburan Di Tulungagung Bebas Buka..??

Para anggota pengusaha warung hiburan yang tergabung dalam Pawahita melakukan kegiatan rutin / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Para anggota pengusaha warung hiburan yang tergabung dalam Pawahita melakukan kegiatan rutin / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Meski Bulan suci Ramadhan tinggal menghitung hari, Pemerintah Kabupaten Tulungagung belum memberikan petunjuk soal jam buka hiburan malam. Pelaku usaha dunia malam berupa warung kopi dan karaoke belum bisa dilakukan antisipasi dan tidak tau kapan edaran disampaikan. 

“Kalau yang sudah-sudah biasanya edaran sudah dibagikan seminggu sebelum puasa. Sekarang belum ada edaran,” ujar Ketua Paguyuban Warung Hiburan Tulungagung (Pawahita), Suyono Pujianto.

Padahal pada tahun sebelumnya, untuk karaoke room akan ditutup total selama bulan puasa. Namun untuk karaoke dengan fasilitas hall masih bisa dioperasikan dan buka seperti biasa dengan dibatasi waktu pukul 22.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. 

“Tidak mungkin ditutup total, karena ini menyangkut hajat hidup para karyawan. Mereka tetap butuh penghasilan untuk menghadapi Idul Fitri,” tambahnya 

Di Tulungagung banyak warung kopi yang berubah menjadi karaoke. Mereka menyediakan ruangan-ruangan karaoke dengan menyiapkan pemandu lagu (purel). 

Selain harganya lebih terjangkau dibanding karaoke di lokasi yang sudah punya nama, karaoke di pinggiran terkenal lebih aman dan selalu dibanjiri pengunjung. 

Untuk tetap buka, bulan puasa biasanya pelaku usaha karaoke menjalin hubungan baik dengan lingkungan sekitar agar bisa tetap buka meski tidak secara vulgar. Satu-satunya yang diantisipasi hanya razia dari Satpol PP.

“Kalau saya tidak sanggup jika tutup (room karaoke) dan tetap menggaji karyawan. Lebih baik-baik dengan masyarakat sekitar, memberi pulsa pada kenalan yang punya akses ke jadwal operasi. Dengan begitu usaha tetap bisa jalan,” ujar D, seorang pengusaha warkop karaoke memaparkan trik buka selama puasa. 

Namun, upaya pemilik karaoke tidak segalanya mulus karena sering juga razia dilakukan tanpa rencana dan tiba-tiba saja. 

"Jika begitu memang apes, tapi tidak masalah paling juga hanya ditegur saja. Yang penting tidak ada miras dan pekerja dibawah umur," jelasnya 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tulungagung, Heru Sansoto mengatakan, edaran ke tempat hiburan dan tempat makan masih dalam pembahasan. 

Nantinya secara resmi edaran akan dikeluarkan Badan Kesatuan Bangsa (Bakesbang). “Kami hanya sebagai pihak yang memberikan rekomendasi saja. Karena pembahasan dilakukan bersama tim,” pungkas Heru.

Pewarta : Anang Basso
Editor : Moch. R. Abdul Fatah
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top