Ini Pesan Wali Kota Surabaya kepada Pimpinan ISIS Dunia dan Perempuan Bercadar

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Foto : M Bahrul Marzuki/SurabayaTIMES)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Foto : M Bahrul Marzuki/SurabayaTIMES)

JATIMTIMES, SURABAYA – Serangan bom bertubi-tubi di Surabaya tidak hanya membuat kaget pihak kepolisian. Tapi termasuk juga Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Karena serangan tersebut menyasar tempatnya memimpin sebagai wali kota.

Risma juga sepenuhnya sadar bahwa serangan tersebut dilakukan bukan sekadar oleh pelaku teroris lokal. Tapi teroris yang memiliki jaringan internasional atau lebih tepatnya kelompok ISIS.

Kepada warganya Risma meminta untuk tidak takut dan tidak khawatir terhadap ancaman ini. Sebab, kalau warga takut, maka akan semakin diinjak-injak.

Dia juga mengingatkan bahwa semuanya sudah ada yang ngatur dan warga Surabaya akan dilindungi oleh Allah. “Saya juga tidak hanya berdoa, tapi saya berbuat apapun yang saya bisa,” pungkasnya.

Selanjutnya kepada pimpinan ISIS di dunia Risma juga menyampaikan pesan khusus. Bahwa jihad yang diklaim benar oleh kelompok teroris selama ini mutlak salah. "Yang saya ingin sampaikan kalau yang saya baca di Al-Qur'an. Dulu sekolah madrasah," ujarnya.

Menurut Risma jihad berhadap-hadapan dengan musuh. Bukan menyerang tiba-tiba ataupun dari belakang tanpa sepengtahuan lawan. "Orang berhadapan dengan orang sama bawa senjatanya," tegas dia.

Jika demikian yang terjadi bagi Risma baru itu memenuhi rasa keadilan. "Sama bawa senjatanya itu adil. Tapi kalau orang itu tidak tahu, dia tidak mengerti, bukan perang namanya," beber perempuan kelahiran Kediri ini.

Nah, jika satu lawan satu dan sama bawa senjata maka yang terjadi seimbang. "Kalau satu lawan satu sama bawa senjatanya kita mati itu namanya syahid. Asal kita memperjuangkan kebenaran," tegasnya.

Sedangkan bagi perempuan bercadar Risma mengaku tidak bisa memberikan pelarangan. Meskipun pihaknya bisa saja membuatkan aturan semacam perda. "Saya tahu caranya langkah apa," jelas Risma tanpa mau membeberkan detail.

Dari informasi yang dia dapat meskipun pelaku pemboman saat beraksi menggunakan cadar, namun dalam keseharian justru tidak. "Bu Dita di kampung tak pakai cadar. Bu triono juga di kampung tak pakai cadar," imbuhnya.

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Surabaya TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top