Akun Ini Pernah Diserbu Warganet Gara-Gara Unggah Berita Arema

Akun @ngalamlop adalah akun penyedia informasi dan berita seputar Malang Raya dan isu nasional (foto: tangkapan layar @ngalamlop)
Akun @ngalamlop adalah akun penyedia informasi dan berita seputar Malang Raya dan isu nasional (foto: tangkapan layar @ngalamlop)

JATIMTIMES, MALANG – Akun-akun komunitas di sosial media Instagram besutan arek Malang banyak yang memiliki puluhan followers.

Meski banjir pengikut, tak jarang ada juga haters atau pembenci yang menyusup ke akun mereka. Ini yang dirasakan oleh admin Instagram @ngalamlop. Ia adalah Krisna.

Kepada MalangTIMES, dia mengaku pernah diserbu lantaran mengunggah berita seputar Arema.

Alumnus Universitas Muhammadiyah Malang itu merupakan pendiri @ngalamlop, sebuah akun Instagram yang memuat berita-berita terhangat. Termasuk konflik di tubuh Arema.

"Selalu saja ada komentar yang kami rasa malah membuat dualisme semakin terasa setiap bahas Arema FC ataupun Arema Indonesia. Kami sebenarnya ingin bahas sepakbola di Malang secara umum, entah itu Arema FC, Arema Indonesia, Malang United, Persema, atau Metro FC. Karena menurut kami itu adalah klub sepakbola di Malang yang harus di dukung yang sehrusnya menyatukan warga Malang bukan malah terpecah belah seperti sekarang ini," curhat dia.

Postingan, kata Krisna, ia ambil dari salah satu media massa terbesar di Indonesia yang juga punya basis di Malang. Dia menjelaskan berita yang ditayangkan di Instagram @ngalamlop sudah disertai dengan sumber media massa yang menulis.

"Waktu itu salah satu admin unggah berita dan sudah diberi kredit. Tapi beberapa wartawan media itu sebut kami pencuri berita. Sejak saat itu kami tidak pernah ambil berita dari koran lokal. Selalu ambil nasional dan kami sertakan kredit darimana," ungkap dia.

Soal berita Arema, penyerang atau haters datang dari pendukung tim sepakbola asal Malang. "Yang pasti dari pendukung Arema tapi yang kasar. Tapi kami merasa semua klub sepakbola di Malang harus disupport. Dan kalo memang ada dualisme, kami berharap Arema dan Aremania tetep satu," tegas dia.

Kejadian ini bagi Krisna adalah pelajaran berharga. Tak mudah di era digital seperti sekarang mendirikan media digital seputar peristiwa. 

"Saya buat akun ini memang untuk media informasi warga Malang. Kami pun selalu serahkan kredit media massa yang kami ambil. Tapi sejak kejadian Arema itu akhirnya yang paling banyak kami unggah di Ngalamlop ialah isu politik, arema, dan polemik angkutan online," paparnya.

Mulai aktif di Instagram sejak 2015, kini Ngalamlop memiliki jumlah pengikut capai 22.000 lebih. Krisna mengaku dia sendirilah yang menjadi admin di akun tersebut.

"Jumlah follower bukan tujuan utama kami. Dan enggak pernah beli followers. Yang terpenting informasi sampai kepada warganet," tukasnya. (*)

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top