Djoko Raharto (tengah) kepala BI Kediri saat mengadakan rilis. (eko Arif s /Kediritimes)
Djoko Raharto (tengah) kepala BI Kediri saat mengadakan rilis. (eko Arif s /Kediritimes)

Menjelang hari raya idul fitri  1439 H, seluruh bank umum yang ada di Jawa Timur, akan membuka layanan penukaran uang pecahan kecil bagi masyarakat. Tak hanya dikhususkan bagi nasabahnya saja, ketujuh bank tersebut juga akan melayani masyarakat umum yang akan menukarkan uang. 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia  Kediri, Djoko Raharto mengatakan, layanan penukaran uang tunai bagi masyarakat akan dilaksanakan serentak oleh seluruh bank umum yang ada di Jawa Timur, pada tanggal 28 dan 31 Mei, serta tanggal 5 dan 7 Juni 2018. Syaratnya, masyarakat wajib membawa KTP atau kartu identitas lainnya.

“Serentak se-Jatim mulai pukul 09.00 WIB, dengan jumlah antrean maksimal 50 nomor antrean per hari pelayanan,” katanya, Senin (21/05).

Djoko menjelaskan, untuk pemerataan pelayanan, jumlah uang pecahan kecil yang dapat ditukar oleh masyarakat adalah sebesar Rp 3,7 juta per orang. Rinciannya, 1 pak pecahan Rp 20 ribu, 1 pak pecahan Rp 10 ribu, 1 pak pecahan Rp 5.000, dan 1 pak pecahan Rp 2.000.

“Bank yang berpartisipasi dalam kegiatan ini, akan memasang spanduk atau informasi layanan. Dan penukaran, berlaku untuk umum, tidak hanya untuk nasabah bank,” tambahnya.

Selain layanan penukaran uang di tiap-tiap kantor bank, masyarakat juga bisa memilih menukarkan uangnya di kas keliling. Di Kediri, lanjut Djoko, penukaran uang melalui kas keliling dilakukan oleh 7 bank. Yakni Bank Jatim, Bank Jatim Syariah, BCA, BNI, BRI Syariah, Mandiri, dan BRI, pada tanggal 19 dan 26 Mei, mulai pukul 15.00 WIB.

“Di Madiun, bersama 4 bank pada tanggal 16 Mei dan 6 Juni. Di Ponorogo bersama 3 bank tanggal 21 Mei dan 4 Juni. Di Blitar, bersama 3 bank umum pada tanggal 30 Mei dan 4 Juni, di Tulungagung bersama 4 bank pada tanggal 21 Mei dan 6 Juni. Terakhir adalah di Nganjuk, bersama 2 bank umum pada tanggal 16 Mei kemarin,” jelasnya.

Kas keliling juga rencananya akan membuka layanan penukaran uang saat Operasi Pasar Murni (OPM) di Kota Kediri. Namun terkait lokasinya, Djoko mengaku masih akan ditentukan kemudian. “Kalau yang di OPM, rencananya akan kita lakukan di 1 kantor kelurahan. Tapi untuk waktunya, akan ditentukan kemudian,” tambahnya.

Dalam perayaan Idul Fitri tahun ini, Bank Indonesia Kediri mengaku telah mempersiapkan stok uang berbagai pecahan sebesar Rp 7,2 triliun. Jumlah tersebut, naik jika dibandingkan dengan tahun 2017 lalu yang hanya mencapai Rp 6,4 triliun.

Bank Indonesia pun mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan penukaran uang dalam jumlah yang wajar sesuai kebutuhan. Tak hanya itu, BI juga menyarankan agar masyarakat menukarkan uangnya di tempat-tempat resmi untuk menghindari praktik jual beli uang dan kemungkinan adanya uang palsu.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan penggunaan instrumen transaksi non tunai seperti ATM, kartu debit, uang elektronik, dan transaksi digital,” pungkasnya.