The Golfers Mate Melanggar Perjanjian Pelunasan Gaji TKW Malaysia Asal Trenggalek.

Percakapan Wathsapp antara pihak The Golfers Mate dengan TKW asal Trenggalek yang menerangkan pelunasan gaji akan diberikan sesuai tanggal kesepakatan di surat perjanjian.
Percakapan Wathsapp antara pihak The Golfers Mate dengan TKW asal Trenggalek yang menerangkan pelunasan gaji akan diberikan sesuai tanggal kesepakatan di surat perjanjian.

JATIMTIMES, TRENGGALEK –  Harapan menjanjikan yang diberikan Steven selaku pimpinan The Golfers Mate terkait pelunasan gaji kepada Wiwik Wahyuni (30) asal Sukorame, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek hanya bualan manis saja.

Pasalnya TKW (tenaga kerja wanita) asal Kabupaten Trenggalek, Wiwik hingga tanggal 1 juni 2018 ini kekurangan gajinya belum juga dibayarkan lunas sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat majikan kepadanya.

Isi dari surat bermaterai tersebut bahwasanya majikan sanggup membayar kekurangan gaji miliknya. Dalam surat tersebut tertulis bahwa majikan akan membayar lunas kekurangan gajinya sebesar RM 18.338 kepada Wiwik paling lambat 31 Mei 2018.

Melalui pesan wathsapp yang diterima Wiwik dari Inul, salah satu pengurus The Golfers Mate. Salah satu pengurus ini menerangkan kepadanya bahwa kekurangan gajinya akan dikeluarkan paling lambat 31 Mei 2018, 

"Alhamdulilah, sebelumnya saya senang selepas diwathsapp Inul. Katanya kekurangan gaji saya akan dibayarkan paling akhir 31Mei kemarin, namun ternyata itu hanya omong kosong, buktinya sampai hari ini saya belum mendapatkan gaji sepenuhnya dengan alasan banyak yang diurus selain saya," ungkap Wiwik kepada TrenggalekTIMES dengan nada kecewa.

Diketahui, sebelumnya Metta selaku agen dari sebuah PJTKI di Trenggalek yang turut memberangkatkan Wiwik ke Malaysia, juga sempat menjelaskan ke media bahwa pihaknya selama ini telah melakukan berbagai upaya untuk masalah pelunasan sisa gaji Wiwik yang diketahui mengalami kendala.

Pihak Metta sudah berupaya menekan ke salah satu keluarga pihak The Golfers Mate yang ada di Indonesia karena waktu itu majikannya kabur atau lepas kontak dengan PT BMA. 
"Kami Selaku BMA sudah melakukan berbagai upaya, kemarin juga sudah mendatangi keluarga Inul yang ada di Indonesia," ugkapnya ke media.

Namun upaya yang dilakukan PT BMA tersebut juga tidak ada hasilnya. Hingga lewat batas yang diberikan dalam surat perjanjian baik dari PT BMA selaku penyalur maupun dari majikan tidak ada jawaban lagi, bahkan ketika di hubungi lewat wathsapp tidak ada respon..

Pewarta : Vaisal Ardinata
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Trenggalek TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top