Chef Jajang Ungkap Trik Bikin Nasi Goreng Anti Gagal di Malang

Salah satu menu yang diajarkan di cooking class NCSA di Ubud Hotel and Cottage Malang oleh Chef Jajang dari ICA. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Salah satu menu yang diajarkan di cooking class NCSA di Ubud Hotel and Cottage Malang oleh Chef Jajang dari ICA. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG
Menu nasi goreng menjadi salah satu andalan ibu-ibu rumah tangga 'menyelamatkan' nasi sisa.

Meski sederhana, membuat nasi goreng bisa dibilang gampang-gampang susah. Salah satu pendiri Indonesian Chef Association (ICA), Chef Jajang membagikan resep nasi goreng anti gagal.

Menurut Chef Jajang, trik untuk membuat nasi goreng adalah menjaga agar bumbu yang ditumis di awal tidak gosong.

"Jadi yang harus diijaga itu apinya, dikontrol. Saat nasi masuk, harus langsung diaduk sehingga butir-butir nasi terpisah. Sehingga, minyak dan bumbu bisa merata," ujarnya sembari praktik di hadapan belasan peserta cooking class, siang ini (28/7/2018) di Ubud Hotel and Cottages Malang.

Selain itu, agar anak dan keluarga tidak bosan dengan resep nasi goreng yang itu-itu saja, Chef Jajang juga mengajak peserta untuk tidak takut bereksperimen. Misalnya menambahkan bumbu kari ataupun bumbu nasi briyani sebagai sentuhan lain nasi goreng.

"Bahan yang di kulkas juga bisa dimanfaatkan, misalnya jamur dan bawang bombai atau sayur yang lain. Tidak harus selalu pakai telur atau sosis," urai chef yang 27 tahun berkecimpung di dunia kuliner itu. 

Selain nasi goreng, beberapa menu lain juga diajarkan. Di antaranya ayam goreng dan udang goreng dengan saus khas nusantara.

Kegiatan yang diselenggarakan National Culinary Service Academy (NCSA) Surabaya itu sekaligus mengajak masyarakat untuk mengembangkan bisnis kuliner secara profesional. Pasalnya, saat ini industri pariwisata tengah berkembang pesat terutama di Jawa Timur. 

"Di Jawa Timur sendiri saat ini makin banyak hotel, mall juga. Jember, Banyuwangi, Malang, Batu wisatanya sedang berkembang. Jadi potensi orang bangun restoran, hotel dan wisata sangat besar," ujar Managing Director NCSA Stephen R Ratung.

Menurut Stephen, dukungan pengembangan usaha pariwisata juga terus datang dari pemerintah.

Bahkan, lanjut dia, pemerintah sendiri sedang menggalakkan pariwisata menjadi salah satu aset terbesar yang dimiliki Indonesia di bidang non-migas.

"Pemerintah sedang mengembangkan sejumlah real new destination wisata, mereka membutuhkan tenaga profesional. Karena pariwisata tidak hanya berhubungan dengan tempat tetapi makanan dan minuman juga," urainya.

Selain itu, tantangan besar yang juga harus dihadapi oleh masyarakat Indonesia adalah persaingan global.

Pasar bebas termasuk di sektor pekerja membuat chef dan tenaga kuliner dari luar bisa masuk dan bersaing mengisi celah-celah kebutuhan tenaga kerja.

"Jadi tenaga kuliner juga harus siap bersaing di dunia global," pungkasnya. 

 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Heryanto
Publisher :
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top