Tak Bisa Tunjukkan Bukti NIkah, 4 Pasangan Diamankan Satpol PP

Satpol PP saat akan amankan pasangan yang tidak bisa menunjukan buku nikah resmi, mereka hanya berbekal surat nikah siri (foto : Joko Pramono/Tulungagungtimes)
Satpol PP saat akan amankan pasangan yang tidak bisa menunjukan buku nikah resmi, mereka hanya berbekal surat nikah siri (foto : Joko Pramono/Tulungagungtimes)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – 4 pasangan bukan suami istri diamankan oleh tim gabungan Satpol PP, Polres Tulungagung dan TNI AD.

Ke 4 pasangan itu diamankan lantaran berduaan di kamar. Mereka diamankan dari razia yang digelar di 6 titik tempat kos yang disinyalir ditempati oleh pasangan bukan bukan suami istri.

Razia yang dilakukan berdasarkan laporan dan informasi dari masyarakat yang resah akan keberadaan pasangan suami istri itu.

“Selain menindaklanjuti laporan masyarakat, kita juga melakukan perijinan tempat kost, APAR (Alat Pemadam Api Ringan) bersama TNI-Polri,” ujar Kasatpol PP melalui Kasi Informasi pada Satpol PP Kabupaten Tulungagung, Nindya Putra pasca jalanya razia tempat kost, Kamis (9/8).

Saat diminta untuk menunjukan surat nikah, ke 4 pasangan itu tidak bisa menunjukanya. Lantaran tidak bisa menunjukan dokumen pernikahan yang resmi ke 4 nya dibawa ke kantor Satpol PP Kabupaten Tulungagung di jalan R.A Kartini untuk didata dan dibina.

“Kita amankan 4 pasangan bukan suami istri dan sekarang kita proses ke kantor (Satpol PP-red),” imbuh pria ramah itu.

Untuk sanksi yang akna diberikan, pihaknya akan menyesuasikan dengan peraturan yang ada.

Untuk menmbah efek jera agar tidakmengulangi perbuatan serupa, akan didatangkan keluarga dari ke 4 pasangan itu.

“Kita sesuaikan dengan Perda dan Perbup yang ada, nanti kita datangkan orangtuanya kalau yang sudah menikah akan kita datangkan pasanganya,” tuturnya lebih lanjut.

Dari ke 4 pasangan yang diamankan, salah satunya juga pernah diamankan dalam razia serupa. Serli Oktami (perempuan, 26 tahun) warga Dusun Tanggulangin Rt. 3 RW 1 Desa Tanjungsari Kecamatan Boyolangu, Tulungagung dan pasanganya Ahmat Neky Rahmanto, warga Desa Sekaran Kecamatan Siman, Ponorogo.

Keduanya tidak bisa menunjukan buku nikah resmi yang diminta oleh petugas, mereka hanya bisa menunjukan surat nikah siri.

“Sanksinya nanti lebih tegas, kemarin Cuma surat nikah siri nanti kita perdalam lagi di kantor,” lanjutnya.

Dari ke 6 titiktempat kos yang dirazia kali ini, hapir semua tempat kos itu melum  memiliki izin. Ke depanya tempat kos yang tidak berijin itu akan di segesampai batas waktu yang ditentukan oleh peraturan yang ada.

“jadi nanti kita lebih tegas lagi, akan kita segel,” tandasnya.

Ke 4 pasangan itu diamankan dari lokasi yang berbeda. Di Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru petugas mengamankan 2 pasangan, yaitu Irawati warga Tulangbawang Provinsi lampung dan Puji Aprilianto warga Kelurahan Kepatihan, Tulungagung. Satunya pasangan Serli Oktami dan Ahmat Neky Rahmanto.

Satu pasangan diamankan di tempat kos di Desa Tapan, Kedungwaru atas nama Fiki Dwi I warga Nglutung, Kecamatan Sendang dan Agnes Cahya.

Sisanya diamnkan dari tempat kos di Kelurahan Jepun atas nama Imam Sobirin warga Desa Kendalrejo kecamatan Durenan,Trenggalek diamankan saat berada di kamar kos bersama pasanganya.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top