Puncak Musim Kemarau Tak Pengaruhi Pertanian di Kota Malang, Ini Alasannya

foto istimewa (suaraalifuru)
foto istimewa (suaraalifuru)

JATIMTIMES, MALANG – Kemarau masih melanda Kota Malang. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya juga menyampaikan prediksinya terkait puncak kemarau yang akan terjadi Agustus dan September 2018.

Kondisi kemarau yang bertepatan pada jadwal musim tanam padi tentu berdampak pada pertanian di sebagian wilayah di Indonesia. Namun, rupanya hal itu tidak berlaku di Kota Malang. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang Sri Winarni mengungkapkan bahwa kemarau tidak memengaruhi pertanian di Kota Malang. “Kemarau kali ini, Kota Malang tidak ada masalah karena kita dialiri irigasi tersier,” ujarnya.

Kepala Bidang Produktivitas Pertania Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang Ir Prandoyo Santoso menambahkan, sawah-sawh di Kota Malang dialiri irigasi sehingga tidak tergantung pada curah hujan yang turun.

“Sawah kita dialiri dengan irigasi teknis. Artinya, sepanjang tahun tetap teraliri air sehingga tidak mungkin  kekeringan. Yang membedakan hanya debit airnya. Jika kemarau seperti sekarang, debit airnya berkurang tapi tetap teraliri,” jelas Prandoyo.

Luas baku sawah yang ditanami padi di Kota Malang seluas 821 hektare. Semuanya mendapatkan aliran irigasi dari daerah pegunungan. Seperti aliran air dari kawasan Batu yang turun ke Karangploso hingga Lowokwaru serta kemudian mengairi sawah di kawasan Sukun dan terus berjalan ke selatan.

Begitu juga Kecamatan kedungkandang yang memiliki area sawah terluas di antara kecamatan lain. Luas sawah di Kedungkandang mencapai 120 hektare. Sawah-sawah di Kedungkandang dialiri irigasi dari Cemorokandang yang mengalir ke Buring dan ke Tlogowaru serta Arjowinangun.

Meski debit air berkurang saat musim kemarau, Prandoyo memastikan hal tersebut tidak akan memengaruhi hasil tanam padi. “Yang bisa memengaruhi dan membuat gagal panen itu kan kebanyakan hama. Kalau untuk hama, UPT kami sudah punya stok pestisida untuk mencegah hama dan terjadinya gagal panen,” pungkasnya. (*)

Pewarta : Hezza Sukmasita
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top