Sidak Toko dan Pasar, Disperindag Kabupaten Blitar Temukan Rokok Tanpa Cukai

Disperindag bersama Bea Cukai, YLKI dan Satpol PP melakukan sidak rokok di toko-toko.
Disperindag bersama Bea Cukai, YLKI dan Satpol PP melakukan sidak rokok di toko-toko.

JATIMTIMES, BLITAR – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai melakukan sidak rokok di sejumlah wilayah Kabupaten Blitar, Rabu (8/8/2018).

Kabid Perindustrian Disperindag Widyo Guntoro mengatakan sidak yang digelar bertujuan mengantisipasi peredaran rokok ilegal. Dalam sidak ini, petugas mendatangi toko-toko dan pasar di wilayah tiga kecamatan. Masing-masing Wlingi, Doko, dan Selopuro.

“Kami melakukan sidak dengan cara mendatangi satu per satu toko kecil yang diduga merupakan tempat beredarnya rokok ilegal ini,” ucap Widyo.

Dari sidak, ditemukan sedikitnya tiga merek rokok yang terindikasi ilegal. Rokok-rokok tersebut diduga melanggar beberapa aturan. Salah satunya tidak dilengkapi pita cukai.

 Sesuai aturan yang berlaku menurut Pasal 54 dan 56 UU No.39 Tahun 2007 Tentang Cukai, penjual dan pembuat rokok ilegal merupakan tindakan melanggar hukum dan terancam pidana hukuman penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 5 tahun. “Barang bukti yang diamankan kami serahkan kepada Bea Cukai. Kami dari disperindag hanya sebatas memberikan informasi. Yang berwenang menindak adalah Bea Cukai,” kata dia.

Sementara itu Kasi Metrologi dan Perlindungan Konsumen Disperindag Purwanto mengimbau dan mengajak kepada semua pihak khususnya produsen dan pedagang rokok untuk tidak memproduksi, menjual, dan mengedarkan rokok tanpa cukai pita resmi.

“Karena, selain merugikan negara dan masyarakat, peredaran rokok ilegal juga melanggar hukum, khususnya Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Ada sanksi hukum bagi yang melanggar,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi peredaran rokok ilegal, pihaknya selain sidak juga memberikan edukasi kepada penjual rokok. Salah satunya menjelaskan ciri-ciri cukai asli dan cukai palsu.

“Sidak kami ada beberapa sasaran yakni cukai palsu, pita cukai bekas, pita cukai yang tidak sesuai peruntukan dan rokok polos. Untuk sidak yang digelar kemarin kami menemukan rokok tanpa cukai. Dalam sidak itu penjual juga kami beri edukasi, agar menjual rokok yang ada cukai nya,” paparnya.

Purwanto menyampaikan, sidak rokok ilegal meurpakan agenda rutin yang digelar Disperindag Kabupaten Blitar. Sidak ini menyasar seluruh wilayah Kabupaten Blitar. Selain sidak, Disperindag juga meberikan pembinaan bagi pembuat rokok dan menyosialisasikan pemberantasan rokok illegal melalui media massa.

“Sosialisasi terus kami gencarkan melalui media massa dan memasang banner-banner di jalan. Kita mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Blitar untuk memerangi peredaran rokok ilegal atau rokok tanpa pita cukai,” pungkasnya. (*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top