Pindah Alamat dan Permohonan KK Baru, Ini Prosedurnya

Warga mengantri pelayanan di kantor Dispendukcapil Kabupaten Blitar.(Foto: Aunur Rofiq/ BlitarTIMES)
Warga mengantri pelayanan di kantor Dispendukcapil Kabupaten Blitar.(Foto: Aunur Rofiq/ BlitarTIMES)

JATIMTIMES, BLITAR – Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) kini sudah berlaku seumur hidup. Tapi bagaimana prosedur pindah domisili atau ganti status pernikahan atau ganti pekerjaan? Apabila pindah, sudah tentu alamat yang tercantum di kartu keluarga dan e-KTP juga harus diganti.

Bagi anda yang tengah pindah alamat dari satu tempat ke tempat lainnya, berikut adalah prosedurnya menurut Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Blitar.

Pertama kali buat surat pindah dari daerah asal. 
Syaratnya adalah:
1. Pengisian formulir F 108 yang ditandatangani oleh lurah dan camat.
2. Kartu Keluarga Asli.
3. KTP Asli yang bersangkutan. 
4. Pas foto 3x4 centimeter sebanyak dua lembar.

Setelah mendapat surat keterangan pindah, tahap berikut yang harus dilakukan adalah
mengurus surat keterangan datang di tempat domisili baru.

Syarat mengurus surat keterangan datang adalah sebagai berikut:
 

A. Mengisi formulir F.1 54 dari lurah
B. mengisi formulir F.1 55 dari camat
C. Fotokopi surat pindah dua rangkap
D. Fotokopi surat nikah atau Akta Perkawinan.
E. Surat Keterangan Pindah Asli
F. Fotokopi Akta Lahir anak atau ijazah atau surat keterangan lahir anak.
G. Pas foto 3x4 cm sebanyak 2 lembar untuk kepala keluarga.

Setelah itu tahapan selanjutnya adalah membuat kartu keluarga dengan alamat tempat domisili baru.

Persyaratan penerbitan kartu keluarga (KK) adalah:
1. Pengisian formulir F1.01 yang ditandatangani oleh lurah dan camat.
2. Formulir F.1 15 ditandatangani oleh lurah dan camat.
3. Formulir F1 05 (untuk perubahan data menggunakan materai Rp 6000).
4. Surat keterangan pindah/surat datang.
5. Fotokopi Akte Kelahiran.
6. Fotokopi Ijazah Terakhir. 
7. Fotokopi kutipan akte perkawinan atau surat nikah.Usai membuat KK baru, ubah data identitas di e-KTP dengan alamat baru dibuat dengan tanpa perlu mengulang perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Perlu diketahui, seluruh pengurusan administrasi kependudukan tidak dikenakan biaya alias gratis.

“Masyarakat harus tahu dan paham bahwa  mengubah data bukan melakukan perekaman ulang. Yang dimaksud proses perekaman data e-KTP itu mencakup perekaman retina dan sidik jari, nah ini tidak bisa dilakukan pengulangan. Jadi pada proses perubahan data tidak ada perekaman ulang," ucap Kabid Dafduk Dispendukcapil Kabupaten  Blitar, Anggo Takdhir Hanudji.

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top