Pasca Menghilang, Keluarga Pastikan Pahlawan PETA Soeprijadi Meninggal Dunia

BLITARTIMES saat berbincang dengan Suroto adik dari pahlawan PETA Soeprijadi.(Foto : Meidian Dona Doni/Blitar TIMES)
BLITARTIMES saat berbincang dengan Suroto adik dari pahlawan PETA Soeprijadi.(Foto : Meidian Dona Doni/Blitar TIMES)

JATIMTIMES, BLITAR – Pemberontakan PETA Blitar pecah pada 14 Februari 1945. Meski gagal pemberontakan ini menjadi inspirasi gerakan Indonesia merdeka. Dan puncaknya Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Rencana pemberontakan PETA sendiri sesungguhnya datang dari kekecewan Soeprijadi terhadap Jepang. Saat masih bertugas di Pantai Serang, Soeprijadi melihat dengan mata kepala sendiri rakyat pribumi menderita akibat ulang Jepang. Pribumi dipaksa jadi romusha dan tidak sedikit diantara mereka yang meninggal dunia karena siksaan dan kelaparan.

Soeprijadi yang tidak tega melihat penderitaan bangsanya kemudian menjadi motor pemberontakan. Sebetulnya Soeprijadi hanya seorang Shudanco (komandan peleton). Atasannya masih ada Cudanco (komandan kompi) Ciptoharjono dan Daidanco (komandan batalyon) Soerahmad. Namun, tak bisa dipungkiri, inisiatif dan otak pemberontakan ada di tangan Soeprijadi. Dia pun  menggandeng beberapa rekan Shudanco yang sepaham.

Pasca pemberontakan Soeprijadi pun menghilang.Batang hidungnya tak pernah lagi terlihat meski oleh Presiden Soekarno diangkat sebagai panglima tentara Indonesia yang pertama. Lalu kemana Soeprijadi?, apakah dia telah gugur?.

Menurut adik Soeprijadi, Suroto (79), Soperijadi sudah meninggal dunia.Berdasarkan cerita Soeprijadi sendiri pernah berpesan kepada ibunya beberapa hari sebelum pecahnya pemberontakan, apabila ia tidak kembali ke rumah dalam waktu 5 tahun, itu tandanya dirinya sudah meninggal dunia.

Apa yang disampaikan Suroto ini sekaligus menepis kabar banyaknya orang yang mengaku-ngaku sebagai Soperijadi.

“Soeprijadi sudah meninggal setelah peristiwa itu (pemberontakan), saya kira sejarah harus diluruskan. Kita ini sebenarnya prihatin banyak orang yang mengaku-ngaku Soperijadi, semua itu tidak benar,” ucapnya kepada BLITARTIMES.

Jejak perjuangan Soperijadi terus diingat oleh masyarakat Indonesia khususnya warga Blitar. Untuk mengenang pemberontakan PETA, setiap tanggal 14 Februari di Kota Blitar diperingati sebagai hari PETA. Di tanggal itu pula bertempat di monument PETA dipentaskan drama kolosal pemberontakan PETA untuk mengenang perjuangan pahlawan Soperijadi.

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top