Siapa Sangka Mangkuk Bakso dan Pangsit Ini Sudah Ada Sejak Zaman Ming

Ilustrasi mangkuk bergambar ayam yang biasa ditemui dan digunakan pedagang bakso dan pangsit. (duniaku.net)
Ilustrasi mangkuk bergambar ayam yang biasa ditemui dan digunakan pedagang bakso dan pangsit. (duniaku.net)

JATIMTIMES, BLITAR – Mangkuk berlambang ayam dan sayur yang biasa sering kita temukan di warung-warung bakso atau pangsit mempunyai arti yang dalam. Dan ternyata mangkuk ini merupakan warisan tradisi dari zaman kekaisaran Ming di China Sejak abad kelima belas dahulu.

Dikutip dari duniaku.net, awalnya Kaisar Chenghua memesan empat buah mangkuk ke daerah Jingdezhen yang terkenal sebagai daerah penghasil keramik terbaik.  Sang kaisar meminta pengrajin mangkuk untuk membuat desain ayam jago dan ayam betina. Mangkuk-mangkuk tersebut kemudian dikenal dengan nama Jigangbei (mangkuk ayam).

Gambar ayam jago di magkuk rupanya melambangkan kemakmuran. Sedang gambar sayur yang ternyata tamanan jenis peoni ini melambangkan kekayaan. Sedangkan gambar pohon pisang melambangkan keberuntungan untuk keluarga.

Jadi jika arti seluruh simbol itu digabungkan, orang-orang yang menggunakan mangkuk itu akan diberkahi oleh kemakmuran dan keluarga yang beruntung.

Kini mangkuk ini bisa ditemukan di beberapa penjual makanan seperti pedagang bakso, bubur, maupun soto. Bahkan saat ini mangkuk ini juga tengah ngetren digunakan para pecinta desain rumah untuk menghias pernik interior.

Sedangkan bagi penjual makanan, bakso misalnya, dengan menggunakan mangkuk ini nenek moyang pedagang bakso keliling dulu mempunyai harapan ketika berdagang bisa barokah bagi keluarga di rumah. (*)

Pewarta : Meidian Dona Doni
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top