Bakso Mangkok Isi Jerohan di Ranupakis yang Bikin Orang Jadi Penasaran

Bakso mangkok, bakso granat dan bakso tumpeng di warung bakso Dulur Dhewe. (Foto: Pawitra/JatimTIMES)
Bakso mangkok, bakso granat dan bakso tumpeng di warung bakso Dulur Dhewe. (Foto: Pawitra/JatimTIMES)

JATIMTIMES, LUMAJANG – Belakangan ini fenomena bakso mangkok menjadi viral di ranah medsos. Bakso varian ini dijual di beberapa tempat. Banyak orang yang penasaran karena porsinya yang banyak dan sedikit ekstrem, dari bentuk pentolnya saja sudah dibentuk ala mangkok.

Berbeda dengan bakso mangkok di tempat lain, bakso mangkok di warung bakso Dulur Dhewe isinya lebih komplit. Bukan hanya pentol, tapi di dalamnya juga berisi babat, usus, siomay dan tahu. Untuk bakso se-wah ini, pengunjung cukup merogoh kocek Rp 20 ribu.

"Banyak pengunjung jauh-jauh dari Lumajang yang penasaran dengan bakso ini, mereka penasaran karena ada bakso mangkok isi jerohan ini," ujar Iqbal, pemilik warung bakso Dulur Dhewe yang berlokasi di Ds. Ranupakis, Klakah ini.

Buka sejak bulan Mei 2018, warung bakso ini sehari-harinya laris jadi jujugan para pemburu kuliner.

Lokasinya relatif mudah dijangkau, karena berada di Jalan Ranupakis, arah ke obyek wisata Ranu Pakis, letaknya di selatan Pasar Ranupakis.

"Saya sudah beberapa kali ke sini, awalnya karena rekomendasi teman. Sekarang jadi ketagihan, terutama bakso mangkoknya, nikmat dan sesuai lah dengan harganya," ujar Dian (28/8/2018), salah satu pengunjung yang mengaku bertempat tinggal di daerah Jogoyudan, Lumajang.

Selain bakso mangkok, warung ini juga menjual bakso granat seharga Rp 10 ribu seporsi yang berisi tetelan daging dengan rasanya yang super pedas, juga bakso tumpeng yang berisi telor asin dengan harga Rp 15 ribu.

"Sehari bisa sampai habis 10 kilo daging sapi, atau setidaknya bisa keluar lebih dari 100 porsi bakso," tambah pria berbadan subur ini.

Menurut Iqbal, yang paling laris memang bakso mangkok dan bakso granat. Meskipun demikian warung ini juga menjual bakso menu standar seharga Rp 8 ribu yang berisi 1 pentol besar dan beberapa pentol kecil.

Meskipun baru buka warung, Iqbal sebenarnya sudah mulai menjual bakso sejak 2 tahun lalu, dengan melayani pesanan orang.

Selain membuka warung di Ranupakis yang sekaligus menjadi tempat tinggalnya, Iqbal juga usaha warung bakso di daerah Tukum dengan sistem kerjasama. Diakuinya, salah satu alasan dia untuk fokus di usaha bakso ini karena masyarakat Lumajang banyak yang suka dengan makanan yang satu ini.

Pewarta : Pawitra Huda Pradana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Lumajang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top