Belum Ada Kepastian dari Kementerian, Peserta Asuransi Nelayan Tak Bertambah sejak 2017

Tatang Suhartono, kadis perikanan Tulungagung ( kiri berseragam cokelat), saat menemani Komisi B DPRD Tulungagung melakukan sidak. ( foto : Joko Pramono/TulungagungTimes)
Tatang Suhartono, kadis perikanan Tulungagung ( kiri berseragam cokelat), saat menemani Komisi B DPRD Tulungagung melakukan sidak. ( foto : Joko Pramono/TulungagungTimes)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Masih belum adanya alokasi dana dari pemerintah pusat untuk asuransi nelayan di Kabupaten Tulungagung membuat jumlah peserta asuransi nelayan di Tulungagung masih tetap sejak tahun 2017 lalu. Saat ini jumlah peserta asurans nelayan di Kabupaten Tulungagung sekitar 800 nelayan dari sekitar 4.000 nelayan di Kabupaten Tulungagung.

“Untuk tahun ini, masih belum keluar alokasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” ujar Kepala Dinas Perkanan Kabupaten Tulungagung Tatang Suhartono, Senin (10/9) saat ditemui di kantornya oleh awak media.

Saat ini, kata Tatang para nelayan sudah merasakan manfaat asuransi itu meski awalnya enggan untuk melengkapi persyaratan kepesertaan. Hal itu terbukti dengan adanya nelayan yang mendaftar untuk mengikuti asuransi itu, meskipun hingga saat ini masih belum bisa diproses lantaran menunggu alokasi dari KKP. "Sekarang ini mereka (nelayan) aktif memesan ke kita untuk menjadi peserta asuransi nelayan,” kata Tatang.

Dari data yang dimiliki Dinas Perikanan, sudah sekitar 140 pendaftar baru asuransi nelayan, namun jumlah masih terus bertambah. Pasalnya dari penyuluh maupun yang mendaftar secara mandiri. Sewaktu-waktu jika alokasi dari KKP sudah pasti, pihaknya akan siap untuk mengentri data itu. "Sewaktu-waktu ada kepastian dari KKP, kami siap untuk memasukkan data itu,” katanya dengan tegas.

Untuk tahun pertama kepesertaan Asuransi Nelayan, para nelayan itu tidak dipungut biaya sepeserpun. Namun untuk tahun ke dua, mereka dibebani biaya premi sebesar 175 ribu pertahun. Dengan mengikuti asuransi itu, mereka berhak mendapat klaim asuransi hingga 200 juta rupiah. "Untuk pendaftar baru gratis, untuk perpanjangan 175 ribu per tahun,” tandas pria ramah itu.

Dengan mengikuti asuransi nelayan, seluruh aktivitas nelayan -baik di darat maupun di lautan- ditanggung oleh asuransi. Meskipun klaim saat mengalami kecelakaan di darat tidak sebesar di lautan. (*)

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top