Ruwat Air, Tradisi Lokal di Grebeg Suro Desa Penanggal

Ruwat air di sumber mata air Tirtosari, Penanggal. (Foto: Pawitra/JatimTIMES)
Ruwat air di sumber mata air Tirtosari, Penanggal. (Foto: Pawitra/JatimTIMES)

JATIMTIMES, LUMAJANG – Pemandian alam Tirtosari mendadak dipenuhi ribuan orang, Kamis (13/9/2018). Di antara ribuan orang yang menjubeli pemandian itu ada yang membawa tumpeng besar, nasi dan lauk pauk dalam tampah. Termasuk di antaranya adalah kalangan penari.

Ribuan warga itu adalah warga desa Penanggal dan sekitarnya. Mereka tumpek blek mengikuti acara Ruwat Air di Tirtosari View ini. Sedikit berbeda dengan tahun lalu, acara tahun ini gebyarnya lebih terasa, karena dirangkai dalam acara Candipuro Culture Festival.

Ruwat Air diawali dengan kirab Gunungan dan sejumlah makanan di dalan wadah bambu yang dibawa warga. Sampai di lokasi, dilanjutkan dengan prosesi doa bersama di tepi sumber air Tirtosari, dipimpin tokoh agama setempat.

"Ruwat Air ini bertujuan untuk berdoa bersama demi kesejahteraan dan keselamatan seluruh warga," ungkap Cikono, SH., Kepala Desa Penanggal, Candipuro.

Candipuro Culture Festival sendiri dimulai sejak tanggal 11 September, dengan acara prosesi adat di Hutan Bambu Desa Sumbermujur, dilanjutkan ritual Tari Ojung di Desa Tambahrejo tanggal 12 September. Dalam tradisi setempat, ritual itu untuk meminta hujan.

"Puncaknya di tanggal 13 hari ini, selain tradisi Ruwat Air di sumber mata air, juga dibarengi acara lain yang difasilitasi oleh Pemkab dan Disparbud Lumajang," tambahnya.

Cikono menambahkan sejauh ini pihak desa sudah intens menjalin komunikasi dan kerjasama dengan Disparbud Lumajang, dalam rangka pengembangan destinasi wisata khususnya Tirtosari.

"Dengan adanya tempat wisata seperti ini, warga sekitar juga mendapatkan hasilnya. Sebut saja dari wisatawan yang datang dan membeli makanan di sekitar tempat wisata. Dengan demikian secara langsung bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar," tambahnya.

"Untuk tahun depan acara rutin setiap Suro ini gebyarnya minimal seperti ini, tapi kami masih berharap bisa lebih besar dan meriah," tutupnya.

Pewarta : Pawitra Huda Pradana
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Lumajang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top