Petani Bisa Semprotkan Pestisida dengan Drone, Dirjen Kemendesa RI Launching Smart Farming 4.0 di Situbondo

Dirjen Kemendes PDTT RI Samsul Widodo (sedang menunjuk) didampingi Bupati dan Wakil Bupati Situbondo saat mensaksikan uji coba Drone Sprayer dan Drone Surveillance  di Desa Banttal, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo (Foto: Heru Hartanto / SitubondoTIME
Dirjen Kemendes PDTT RI Samsul Widodo (sedang menunjuk) didampingi Bupati dan Wakil Bupati Situbondo saat mensaksikan uji coba Drone Sprayer dan Drone Surveillance di Desa Banttal, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo (Foto: Heru Hartanto / SitubondoTIME

JATIMTIMES, SITUBONDO – Samsul Widodo, Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PDT), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) Republik Indonesia, melakukan uji coba sekaligus melaunching Smart Farming 4.0, Senin (24/09/2018).

Uji coba Agri Drone Sprayer dan Drone Surveillance yang berlangsung di Desa Battal, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur itu disaksikan Bupati Situbondo dan Wakil Bupati Situbondo serta kelompok tani. "Uji coba ini bekerjasama dengan PT. Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB). Smart Farming 4.0, merupakan metode pertanian cerdas berbasis teknologi," jelas Samsul Widodo.

Teknologi yang digunakan, sambung Samsul Widodo, yakni agre drone sprayer atau drone penyemprot pestisida dan pupuk cair, drone surveillance atau drone untuk pemetaan lahan, dan soil and weather sensor atau sensor tanah dan cuaca. "Teknologi karya anak bangsa ini dari Kabupaten Bantul ini, hasil produksi RiTx, unit bisnis PT MSMB," terangnya.

Lebih lanjut, Dirjen PDT, Samsul Widodo mengatakan, bahwa penerapan teknologi Agri Drone Sprayer dan Drone Surveillance di sektor pertanian, merupakan terobosan baru untuk meningkatkan hasil panen yang maksimal.

“Agri Drone Sprayer Teknologi untuk menyemprotkan pestisida atau pupuk cair pada tanaman dan mempunyai daya angkut maksimal 20 liter dapat melakukan penyemprotan 1 ha dalam waktu 10 menit. Untuk itu, alat ini sangat perlu untuk pertanian di Indonesia, karena selain penyemprotannya merata juga bisa mengefisien waktu kerja bagi petani," tuturnya.

Tak hanya itu saja yang disampaikan Samsul Widodo, namun dia juga mengatakan, teknologi canggih Agri Drone Sprayer dan Drone Surveillance program Smart Farming 4.0 yang terkoneksi dengan handphone tersebut sudah digunakan di Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. Sudah 5 kali musim tanam dan cukup berhasil.

Selain itu juga di Riau dan sekarang dilakukan di Kabupaten Situbondo. "Alat canggih pertanian ini dapat mendeteksi tanaman padi yang harus dipupuk dan tanaman padi yang tidak harus dipupuk," pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto SH mengatakan Smart Farming 4.0 adalah konsep manajemen pertanian yang menggunakan teknologi modern untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produk pertanian.

"Yakni dengan cara menggunakan teknologi pemindaian tanah, manajemen data, akses GPS serta teknologi internet of things. Dengan dilaunchingnya dan uji coba Smart Farming 4.0 ini, produksi pertanian di Kabupaten Situbondo kami harap bisa lebih meningkat," ujar Bupati Dadang. (*)

Pewarta : Heru Hartanto
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Situbondo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top