Jangan Sampai Anda Menyesal Membeli Handphone Bekas, Baca Tips-Tipsnya

Deretan handphone bekas di salah satu konter di Malang Plaza lantai 3  (foto: Imarotul Izzah/ MalangTIMES)
Deretan handphone bekas di salah satu konter di Malang Plaza lantai 3 (foto: Imarotul Izzah/ MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Membeli handphone bekas tentunya penuh dengan risiko. Bisa saja ada fitur-fitur yang ketahuan cacat setelah dipakai. Bisa juga handphone yang dibeli rusak setelah beberapa hari pemakaian. Tak jarang, pembeli menyesal membeli handphone bekas.

Untuk itu, banyak konsumen yang memilih untuk membeli handphone baru untuk menghindari hal-hal yang merugikannya. Walaupun harus merogoh kocek lebih dalam. Akan tetapi, terkadang budget yang dimiliki tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. Maka orang terpaksa membeli handphone bekas.

Lantas, bagaimana caranya agar Anda tidak menyesal setelah membeli handphone bekas? Simak tipsnya berikut ini.

1. Jangan Membeli Lewat Online
Apabila Anda membeli handphone online, Anda tidak akan bisa komplain apabila ada keluhan mengenai handphone tersebut. Beli online, maka hubungan dengan penjual langsung terputus. 

"Jangan beli online. Kita tidak akan bisa komplain. Sekali beli maka hubungan terputus," jelas dari Pedro Da Costa, pengusaha jual beli handphone bekas PT. Cellular yang sudah 18 tahun bekerja di bidang tersebut sejak Malang Plaza lantai 3 dibuka. 

2. Jangan Beli Handphone Bongkaran
Bongkaran di sini berarti handphone yang pernah diservis. Sayangnya, pembeli jarang bisa mengetahui cirinya. 

"Kalau sudah begini, bergantung pada kejujuran si penjual," terang Pedro. 

3. Ada Garansi Konter
Garansi konter yang diberikan penjual biasanya minimal satu minggu. Menurut Pedro, ada juga yang cuma 3 hari.

"Tapi satu hari dipakai biasanya handphone bekas itu sudah ketahuan kalau ada cacatnya. Entah baterainya, fitur telepon, atau whatsappnya," jelas Pedro. 

3. Perhatikan Kelengkapan
Artinya, masih ada dosbuk handphone. Lengkap dengan aksesorisnya, seperti charger dan earphone. 

"Kalau tidak lengkap takutnya itu barang curian. Kecuali kalau ada identitasnya," ungkapnya. 

5. Cek Nomor Seri pada Dosbuk
Apabila sudah diberi dosbuk, cek dulu nomor serinya. Nomor seri pada dosbuk harus sama dengan nomor seri handphone. Nomor seri pada dosbuk biasanya ada di bagian bawah pada dosbuk. Kalau pada handphone cukup ketik *#06#.

6. Lihat Dulu Harga Asli Handphonenya
Anda tentu tidak mau rugi bukan? Sudah membeli bekas namun harganya masih tinggi. Maka perlu kita cek dulu harganya di internet. Cek harga barunya sekaligus harga bekasnya. Menurut Pedro, selisih harga handphone baru dengan bekas paling besar adalah Rp1 juta. 

Konter handphone yang baik biasanya menerima kalau pembeli ingin mengembalikan handphonenya yang bermasalah. Jadi, kalau ada masalah di handphone bekas itu Anda bisa mengunjungi konter lagi untuk dikembalikan atau ditukar.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top