Dari 16 Parpol Peserta Pemilu di Kota Blitar, Hanya 13 Parpol yang Mendaftarkan Akun Media Sosial Untuk Kampanye

Kantor KPU Kota Blitar.(Foto : Team BlitarTIMES)
Kantor KPU Kota Blitar.(Foto : Team BlitarTIMES)

JATIMTIMES, BLITAR – Sebanyak 16 partai politik (parpol) peserta pemilu serentak tahun 2019 di Kota Blitar, hanya 13 partai politik yang mendaftarkan akun resmi media sosial dari setiap parpol untuk sarana berkampanye kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar.

Komisioner KPU Kota Blitar Ummu Chairu Wardani menjelaskan, dari seluruh partai politik peserta pemilu serentak di Kota Blitar, sebanyak tiga belas parpol mendaftarkan akun resmi media sosial untuk kampanye kepada KPU Kota Blitar.

Tiga partai politik yang tidak mendaftarkan akun resmi media sosial ke KPU Kota Blitar adalah partai Garuda, partai Berkarya dan partai Hanura.

"Di Kota Blitar sendiri, kita ada 16 partai politik yang menjadi peserta pemilu tahun 2019. Dari 16 partai tersebut, 13 partai politik sudah mendaftarkan akun media sosialnya," jelasnya kepada BLITARTIMES, Rabu (10/10/2018).

Dijelaskannya, pendaftaran akun resmi media sosial sudah didaftarkan oleh partai politik peserta pemilu pada tanggal 22 September lalu atau H-1 sebelum hari dimulainya masa kampanye.

Pendaftaran akun tersebut dibuat rangkap empat.

"Jadi pendaftarannya itu terakhir H-1 masa kampanye yaitu tanggal 22 September. Mereka (partai politik peserta pemilu) sudah mendaftarkan semua untuk akun media sosialnya. Pendaftaran akun tersebut dibuat rangkap 4. Dimana satu form untuk KPU, satu form untuk Bawaslu, satu form untuk kepolisian dan satu form untuk arsip partai politik peserta pemilu itu sendiri. Sudah kita berikan kepada semua pihak yang berkepentingan," jelasnya.

Ummu menyampaikan, muatan materi kampanye di akun resmi media sosial itu harus berisi visi misi dan gagasan setiap peserta pemilu. 

Dia mengimbau kepada setiap peserta pemilu untuk tidak berkampanye yang bermuatan SARA, Hoax dan ujaran kebencian.

"Jadi utamanya yang boleh di share adalah visi misi maupun program peserta pemilu itu sendiri. Yang dilarang, adalah berita Hoax, ujaran kebencian, pemecah belah persatuan dan hasutan," terangnya.

Sementara Ketua DPC Partai Demokrat Kota Blitar, Ito Tubagus Aditya menandaskan partainya sebagai salah satu peserta pemilu serentak tahun 2019 mengaku telah mengirimkan akun resmi media sosial untuk kampanye kepada KPU Kota Blitar.

Dia optimis melalui sarana kampanye di media sosial, nantinya akan membantu partainya mendulang suara yang maksimal dari masyarakat Kota Blitar.

"Alhamdulillah sudah. Kampanye melalui media sosial ini sangat baik. Kami disana akan menawarkan program-program kerja kami lima tahun kedepan. Semoga bisa membantu kami mendapatkan suara dari masyarakat Kota Blitar dengan maksimal di pemilu 2019 nanti," jelasnya.

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top