Heboh Swinger, Psikolog Ini Ungkap Tradisi "Ampil Garwo", Begini Cara Mencegahnya..

Ilustrasi
Ilustrasi

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Pengungkapan kasus swinger di Surabaya menjadi perhatian di Tulungagung yang rentan dengan perselingkuhan.

Meski ungkapan kasus penyimpangan sexual cukup tinggi, UPPA Polres Tulungagung belum pernah mengungkap adanya transaksi sexual tukar pasangan atau swinger ini.

"Sejauh ini belum pernah mendengar ungkap kasus swinger, semoga saja tidak terjadi di Tulungagung," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasubag Humas Iptu Sumaji. 

Tukar pasangan ini menurut konsultan psikologi Ifada Nur Rohmaniah merupakan penyimpangan sexual yang dipicu oleh imajinasi dan fantasi tak terkontrol pada manusia baik pria atau wanita

"Ini berawal dari fantasi, kemudian karena butuh pelampiasan yang bersifat nyata, ide melakukan swinger atau tukar pasangan menjadi satu pilihan," ungkapnya. 

Sebagai konsultan psikologi, Ifada mengaku beberapa kali menemukan pasien yang mempunyai penyimpangan sexual termasuk swinger. 

"Mereka seperti mempunyai kelompok atau komunitas, tapi ada juga yang berlatar belakang adat atau tradisi. Itu pernah kita bahas dalam suatu diskusi beberapa waktu lalu," papar Ifada. 

Menurutnya, seorang lelaki dalam satu hari otaknya memikirkan seksual hingga 60 kali, jika tidak dapat mengendalikan diri lelaki akan selalu berjuang merayu pasangannya untuk mendapatkan variasi yang difantasikan.  

"Bahkan ada yang sampai tidak kuat melayani suami, istri tersebut membiarkan suami berbuat apapun termasuk dengan wanita lain," imbuhnya .

Selain rawan dengan penularan penyakit infeksi menular seksual, Ifada menghimbau agar prilaku menyimpang itu dapat dikendalikan dengan menjaga hubungan harmonis dengan pasangannya.

Lebih dari itu, menonton video porno juga menjadi salah satu pemicu yang membuat orang mempraktekkan apa yang dilihatnya, memecah ketabuan dalam komunikasi suami istri perlu dilakukan.

Komunikasi terbuka dengan pasangan bisa meminimalisir fantasi dengan orang lain, adakalanya salah satu pasangan langsung mengambil kesimpulan menolak bahwa pasangan resmi pasti menolak fantasi yang ada..padahal belum tentu, lebih baik diskusikan saja dengan pasangan.

"Setia pada pasangan dan mampu belajar kontrol diri untuk komitmen pada pasangan,sekiranya kurang bisa kontrol terhadap diri sendiri ya menghindari saja  menonton video porno.agar himbau Ifada 

Seperti yang di ungkap di Polda Jawa Timur, tiga pasangan suami istri diamankan, namun hanya satu pelaku yakni Eko yang dilakukan penahanan dan dijadikan tersangka karena yang mengkoordinir.

Polisi menjelaskan modus yang dilakukan tersangka yakni mengajak atau menawarkan pasangan suami istri lain untuk bertukar pasangan. Ajakan ini dilakukan melalui media sosial twitter.

Ajakan itu juga bersyarat yakni istri harus berumur 22 tahun dan suami berumur 29 tahun. Mirisnya, Eko juga mengajak istrinya yang sedang hamil saat melakukan penyimpangan seksual itu.

Sementara untuk tarif yang dikenakan, pelaku mematok tarif Rp 750 ribu. Pembayarannya pun bisa dilakukan melalui dua tahap yakni bisa melalui pembayaran di awal (dp) dan bisa dilunasi sisanya usai bertemu.

Untuk barang bukti, polisi mengamankan sembilan pakaian dalam, uang tunai Rp 750 ribu, enam lembar buku nikah asli, satu lembar tagihan hotel, dua buah alat kontrasepsi, dan empat telepon genggam. 

Polisi menjerat Eko dengan pasal 296 KUHP dan atau pasal 506 KUHP, tentang tindak pidana memudahkan perbuatan cabul dan atau mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan dengan ancaman hukuman pidana empat tahun penjara.

Pewarta : Anang Basso
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top