5 Warga Terjangkit Demam Berdarah, Dinkes Kabupaten Tulungagung Lakukan Fogging

Petugas saat lakukan fogging di Dusun Kudusan, Desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru (foto: joko pramono/ TulungagungTIMES)
Petugas saat lakukan fogging di Dusun Kudusan, Desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru (foto: joko pramono/ TulungagungTIMES)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Demam Berdarah (DB) terus menyerang. Terkahir menjangkiti 5 warga Dusun Kudusan, Desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru. Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung langsung bertindak dengan melakukan fogging atau pengasapan.

Yudi (45) salah satu warga mengatakan sebulan terakhir setidaknya 5 orang warga di sekitar rumahnya dirawat di Rumah Sakit (RS) karena demam berdarah. Termasuk putranya yang berusia 9 tahun.

"Ada 5 orang, satu anak saya masih SD, terus tetangga sebelah ini 2 orang adik kakak dan yang terakhir anak kos dan pemilik kosnya," ujar Yudi.
Yudi memperkirakan, tidak lancarnya saluran air yang kemudian menggenang menjadi salah satu penyebab banyaknya penderita DB di lingkungannya.
"Ada satu yang masih dirawat yang lainnya sudah pulang, anak saya juga dirawat seminggu, sekarang sudah sehat normal lagi," lanjutnya.

Pelaksanaan fogging di Kabupaten Tulungagung sejak 2 bulan terakhir meningkat dibandingkan bulan bulan sebelumnya, hal ini terjadi karena peningkatan jumlah penderita Demam Berdarah (DB) di Kabupaten Tulungagung yang bertambah.

Senada dengan Yudi, Kasi P2P Dinas Kesehatan Tulungagung, Didik Eka mengatakan intensitas fogging memang sedang meningkat, dalam hari Rabu (10/10) ini saja pihaknya melakulan foging di 2 lokasi yakni Desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru dan di Desa Bendilwungu Kecamatan Sumbergempol.

"Kemarin ada 2 fogging, di Plosokandang dan Bendilwungu, bukan permintaan masyarakat tapi karena ada temuan warga yang positif akhirnya kita fogging,"  tuturnya.
Didik menjelaskan, foging dilakukan karena pihaknya menemukan adanya serangan di wilayah tersebut sehingga dilakukan fogging dengan radius 200 meter dari lokasi, dengan tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran nyamuk vector DB.

"Tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran DB di lingkungan tersebut," pungkasnya.
Didik berharap, masyarakat bisa semakin waspada dengan memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar, guna meminimalkan potensi terserang DB.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top