Pertamax Naik, Warga Kota Malang Pilih Gunakan Pertalite

Warga Kota Malang tengah membeli BBM jenis pertalite di SPBU Brantas. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Warga Kota Malang tengah membeli BBM jenis pertalite di SPBU Brantas. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Pertamina telah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi untuk pertamax series, dex series dan biosolar non-PSO. Di Jawa Timur, kenaikannya mulai Rp 900 hingga Rp 2.100. Kebijakan ini membuat warga Kota Malang memilih jenis BBM lain seperti pertalite dan premium. 

Berdasarkan pantauan MalangTIMES, antrean pembeli pertalite relatif lebih panjang dibandingkan terminal pertamax di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Malang. Para pembeli menyebut pertalite jauh lebih terjangkau sejak sebelum kenaikan harga. 

"Biasanya kan isi pertamax, kadang juga pertalite tapi jarang. Tapi kalau naik gini, yaa milih pertalite dulu," ujar Alfi, salah satu pembeli BBM. Menurut Alfi, dia baru akan memilih pertamax saat kehabisan pertalite. "Ya mau nggak mau. Apalagi kebutuhan saya kan cukup banyak, ngisi paling tidak tiga hari sekali Rp 20 ribu," urainya.

Hal senada disampaikan Andik. Dia mengaku menerima saja kebijakan kenaikan harga BBM itu. "Biasanya pertamax. Sedikit lebih mahal tapi kan berkualitas. Biasanya untuk ngefull tangki ini butuh Rp 27 ribu," urainya. Setelah kenaikan harga, menurut Andik, dia merogoh kocek Rp 33 ribu. "Ya nanti kalau mepet akhir bulan ganti ke pertalite yang lebih murah," urainya. 

Sementara itu, Communication and CSR Officer Pertamina MOR V Jawa Timur Eddie Mangun mengungkapkan bahwa kenaikan tersebut adalah dampak dari naiknya harga minyak mentah dunia yang saat ini mencapai 80 dolar per barel. "Kebijakan ini diambil karena Pertamina melakukan proses dari hulu sampai hilir. Tentu berusaha mengimbangi biaya operasional dan lain-lain. Salah satu yang dilakukan tentunya dengan penyesuaian harga," ujarnya melalui sambungan telepon.

Menurut Eddie, kenaikan harga tersebut mengacu pada Peraturan Menteri ESDM No 34 Tahun 2018 tentang perhitungan harga jual eceran BBM. Dia mengimbau agar masyarakat tidak panik dan melakukan pembelian berlebihan. Pertamina juga menjamin ketersediaan seluruh jenis BBM. "Kenaikan di Jatim berkisar Rp 900 sampai Rp 2.100 dan kami pastikan pasokan aman," terangnya. 

Untuk diketahui, pertamax naik dari Rp 9.500 menjadi Rp 10.400 per liter. Pertamax turbo dari Rp 10.700 menjadi 12.250 per liter. Sedangkan pertamina dex dari Rp 10.500 menjadi Rp 11.850 per liter. Dexlite dari Rp 9.000 menjadi Rp 10.500 per liter, serta biosolar non-PSO dari Rp 7.800 menjadi Rp 9.900 per liter. (*)

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top