Pencarian Pendaki Semeru yang Tewas dalam Pendakian, Malam Ini Dihentikan

Tim pencari yang sudah sepekan berada di Lereng Semeru akhirnya turun gunung dan pencarian dihentikan (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Tim pencari yang sudah sepekan berada di Lereng Semeru akhirnya turun gunung dan pencarian dihentikan (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

JATIMTIMES, LUMAJANG – Setelah selama 7 hari dilakukan pencarian terhadap Saidin (21) warga Brebes Jawa Tengah, yang dikabarkan meninggal dalam pendakian ke Puncak Semeru, akhirnya malam ini pencarian dihentikan. Informasi yang kami terima dari Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang memastikan seluruh tim akan turun ke Lumajang malam ini, Kamis (11/10).

"Saat ini (pukul 18.00) seluruh tim sedang melakukan persiapan untuk turun dari Tawon Songo menuju kantor BPBD Lumajang. Dan kita putuskan untuk menghentikan proses pencarian, terakhir pada hari ini," kata Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik Kantor BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswanto SH.

Wawan Hadi juga mengatakan, tim pencarian yang terdiri dari BPBD Lumajang, Basarnas Jember, TNI-Polri, masyarakat dan teman dari korban telah beruaha keras selama tujuh hari untuk menemukan korban. Namun selama sepekan tersebut, tidak ada tanda-tanda yang positiv untuk bisa menemukan korban.

Bahkan dalam pencarian ini tim membentuk 7 regu yang terdiri dari 56 orang yang berpencar ke 7 lokasi di lereng Semeru, namun usaha ini tetap menemui jalan buntu. Sesuai ketentuan, pencarian akan dilakukan selama 7 hari, dan akan dilanjutkan jika memang ada petunjuk yang jelas posisi korban.

"Keluarga dari Brebes yang berada di Tawon Songo juga akan turun malam ini. Mereka juga sudah menerima akan terhadap hasil ini dan pasrah, karena pencarian sudah dilakukan secara maksimal selama 7 hari dan hasilnya memang belum ditemukan," kata Wawan Hadi.

Selanjutnya, tim pencari akan pulang menuju Lumajang sambil menunggu informasi selanjutnya. "Jika memang ada informasi yang benar-benar valid, maka akan kita turunkan tim asesment menuju lokasi. Jika ternyata benar, baru akan kita kirim tim evakuasi," kata Wawan Hadi kemudian.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Saidin bersama rekannya Affan Abdullah memulai pendakian Semeru pada tanggal 28 September lalu. Karena tersesat, kemudian keduanya memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang, Saidin memanjat pohon untuk menentukan arah pulang. Sialnya, Saidin justru terjatuh dari pohon dan meninggal ditempat kejadian. Kemudian Affan kembali turun untuk meminta pertolongan sampai kemudian sampai di Tawon Songo pada tanggal 4 Oktober lalu.

Sejak hari itulah tim pencarian mulai dibentuk dan menyisir lereng Semeru selama 7 hari. Namun karena tidak membuahkan hasil pencarian akhirnya dihentikan pada hari ini.

Pewarta : Moch. R. Abdul Fatah
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Lumajang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top