Ratapan Janda Di Tengah Tuntutan Untuk Mandiri, Pria Beristri Jangan Hanyut..

Ilustrasi
Ilustrasi

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Menyandang status janda dahulu dianggap aib, namun kini, anggapan itu pun telah jauh berubah. Melepas status sebagai istri merupakan pilihan, bahkan banyak wanita tertantang untuk membuktikan mandiri tanpa kehadiran "mantan" suami. 

"Awalnya berat, namun karena tanggungan anak maka lama-lama bisa menyesuaikan," kata Irma (bukan nama sebenarnya) di salah satu warung kopi yang menyediakan room untuk karaoke 

Hidup mandiri dengan status janda menurut Irma, bukan berarti tidak memiliki pasangan hidup. Bedanya, bagi janda yang tak terikat perkawinan, pasangan tak harus dimiliki. Namun, Irma mengaku kapok saat mengetahui pasangannya adalah suami orang.

“Pengalaman pahit, mengaku duda tapi ternyata mempunyai istri dan anak, padahal dia telah memberi saya uang belanja yang lumayan dan saat bicara terlihat sebagai lelaki yang matang," ungkapnya Selasa (16/10) siang 

Perempuan yang telah berusia 28 tahun dan mengaku punya dua anak ini punya "cara"untuk mencari pasangan. Selain harus mapan dan beruang, Irma yang sebenarnya hanya berparas sedang itu selalu jual mahal di awal perkenalan

"Jika dia terus mengejar, saya akan tanya akun Facebook nya dulu, aku buka profilnya dan aku lihat status serta foto-foto yang di unggah," tandasnya 

Setelah itu, Irma akan berusaha mencari informasi dari pertemanan akun media sosial si lelaki dan mencari tahu latar belakangnya. "Memang lelaki yang datang belum tentu serius, tapi saya juga tidak mau sakit ke sekian kali," paparnya 

Diakui Irma, pria ganteng, mapan dan matang menjadi rebutan wanita seperti dirinya yang terang-terangan mencari uang untuk menjadi janda mandiri.

"Tapi khusus saya, lebih berselera dengan pria yang lebih tua. Teman saya suka sama berondong, malah kacau tak dapat uang malah sering di perdaya," kata Irma 

Dunia hiburan yang glamour sebenarnya bukan membuat hatinya keras tanpa perasaan. Justru, jika malam sendiri, Irma mengaku sering menangis menyesali hubungan gelap yang terjalin dan mengalir begitu saja tanpa cinta mendalam. "Saya merasa bersalah juga, iya saya sering menangis karena apa yang terjadi sebenarnya bukan hal baik," curhatnya 

Namun demikian, Irma mengaku belum bisa menjadi wanita baik dan melabuhkan pilihan pada lelaki. 
"Saat ini jujur hati saya mati, semua lelaki saya anggap sama saja," ketusnya mengakhiri kisahnya dan berjalan ke arah tamu lain sambil menanyakan minuman apa yang dipesan

Pewarta : Anang Basso
Editor : Moch. R. Abdul Fatah
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top