Batu Street Food Festival Meriah, Sajikan Beragam Masakan Bintang Lima tapi Harga Kaki Lima

Salah satu stan yang diserbu pengunjung. (muklas)
Salah satu stan yang diserbu pengunjung. (muklas)

JATIMTIMES, BATU – Ajang Batu Street Food Festival 2018 berlangsung ramai dan meriah. Acara ini digelar 20 hingga 31 Oktober di halaman Balai Kota Among Tani Kota Batu. 

Batu Street Food Festival 2018 ini digagas dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-17 Kota Batu. Beragam hidangan makanan dan minuman yang disajikan menggoda lidah warga dan wisatawan yang memenuhi area acara. 

M. Fuad Sarifudin -perwakilan Hotel Kusuma Agrowisata- menyatakan, pihaknya turut menyemarakkan Hari Jadi Ke-17 Kota Batu tahun 2018. Untuk itu, Kusuma Agrowisata menerjunkan chef andal agar keinginan warga dan wisatawan akan makanan tradisional yang lezat terpenuhi.  

Kusuma Agowisata menampilkan warung sederhana yang dikemas unik dan bahan atap ijuk serta menyajikan suasana tempo dulu. Tidak ketinggalan lampu terbuat dari lampu ublik. Namun, di dalam warungnya tersaji beragam makanan yang sesuai dengan lidah warga dan masyarakat luas. 

"Kami hadirkan konsep warung tempo dulu. Jawa Timur banget. Biar merakyat dan makanannya pun lezat dan enak. Alasnya pakai daun pisang, " kata Fuad sambil mempersilakan wisatawan yang berkunjung masuk ke warungnya. 

Chef Didik Tri Cahyono dari Hotel Kusuma Agrowisata menambahkan, rasa dan makanan yang disajikan pihaknya tidak kalah dengan yang lain. Sebab, Kusuma Agrowisata berkeinginan mewujudkan makanan yang enak namun tidak mahal alias digemari semua rakyat. 

"Kami sajikan nasi buk Madura. Harga kaki lima tapi rasa bintang lima. Sebab, yang masak para chef andal," kata Didik kepada BatuTIMES. 

"Kami olah dengan rempah bagus, bahan lokal. Bau amis isi jeroan kami hilangkan. Ada ramuan khusus. Dan disajikan ala hotel biar ada pemanis dan menggoda selera masyarakat luas," ungkap chef yang berkecimpung dslam dunia kuliner selama sepuluh tahun di Kusuma Agrowisata ini.

Selain menyediakan nasi buk, juga ada menu masakan tradisional lain. Antara lain bistik Pamekasan dengan ditaburi rempah-rempah. Misalnya pekak (yang membuat aroma tajam), kentang, buncis, serta wortel. Kemudian ada makanan penutup seperti lemet dan jemblem. Untuk minuman, ada es pleret Gempol.

Masih di tempat sama, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengatakan, acara ini tidak hanya untuk warga Batu. Wisatawan luar kota juga bisa hadir dan mencicipi masakan yang ada. 

Punjul mengatajan ke depan pemkot punya rencana Batu Street Food digelar tiap tahun agar bisa mengundang wisatawan luas. Dan wisatawan bisa tahu kalau momen HUT Kota Batu punya masakan enak tapi harga kaki lima.

"Kalau bisa tahun depan dikonsep lebih bagus agar bisa mengundang wisatawan luar. Mengajak desa dan kelurahan. Sebab, wisatawan tidak hanya berwisata tapi bisa makan di sini dan menghabiskan uang di sini (Batu Street Food)," ungkap Punjul. 

Dalam acara tersebut, turut hadir Ketua DPRD Cahyo Edi Purnomo, Sekretaris Daerah Batu Zadiem Efisiensi, Kepala Bappeda M. Chori, dan Plt Kepala Dinas Pariwisata Imam Suryono. (*)

Pewarta : Muklas
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Batu TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top