Setelah Diimunisasi, Kaki Santri Ini Mengalami Kelumpuhan

Wildan saat dirawat di RSUD dr. iskak
Wildan saat dirawat di RSUD dr. iskak

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Seorang santri asal Lingkungan II, Desa Sumberejo Kulon, Kecamatan Ngunut, Wildan (12) tidak bisa menggerakkan kakinya. Hal itu dialami olehnya setelah mendapat suntikan DPT tahap 2.

Wildan adalah seorang santri di sebuah pondok pesantren di Kediri.
Pada Jumat (19/10) ia sempat pulang karena mengeluh sakit.

Dari pemeriksaan yang dilakukan di RS Madinah Ngunut, Wildan didiagnosa mengalami gejala tifus.
“Dia tidak sampai dirawat dan cukup berobat jalan,” ungkap sepupunya, Yoyok (26).

Setelah diberi obat kondisinya terus membaik. Hari Selasa (23/10) Wildan kembali ke pondol pesantren.
Lalu, pada Rabu (24/10) pagi ada imunisasi massal di tempatnya mondok yang dilakukan puskesmas setempat.

Setelah menerima imunisasi, kondisi Wildan mulai menurun hingga harus dilarikan ke Puskesmas Campurejo.
Lantaran kondisinya tak kunjung membaik dan kian parah, pihak puskesmas hendak merujuk ke RS Bhayangkara Kediri.

Namun pihak keluarga minta agar dirujuk ke RSUD dr Iskak Tulungagung, dengan alasan lebih dekat rumah.
“Kakinya lumpuh tidak bisa digerakkan. Selama empat hari di RSUD dr Iskak juga tidak ada perubahan,” lanjut Yoyok.

Karena kondisinya tidak kunjung membaik, RSUD dr Iskak merujuk Wildan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Senin (29/10).
Pihak keluarga berharap Wildan bisa pulih seperti semula.

Keluarga juga mempertanyakan, imunisasi terhadap Wildan yang baru sakit.
“Setahu saya setelah sakit hingga satu minggu tidak boleh divaksin. Ini belum ada satu minggu lo,” keluh Yoyok

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top