Di Bawah Jembatan, Warung Sego Nogo Bu Surini Bikin lidah Ketagihan

Nasi campur perpaduan antara ikan wader dan kikil. (eko Arif s /JatimTimes)
Nasi campur perpaduan antara ikan wader dan kikil. (eko Arif s /JatimTimes)

JATIMTIMES, KEDIRI – Di Kota Kediri ,Jawa Timur, ada tempat makan yang memiliki sensasi berbeda untuk para penikmat kuliner. Namanya Warung Sego Nogo. 

Warung tersebut berada tepat di bawah jembatan baru di Kelurahan Bandar Kidul, Kota Kediri, tepat dipinggir Sungai Brantas. 

Jika dilihat, Warung Sego Nogo milik Surini (45) memang sangat sederhana. Cuma berdinding asbes berukuran 4 x 4 meter. Namun jangan salah. Warung milik Surini ini dapat membuat pengunjung merasa ketagihan.

Tak hanya pelayanan yang ramah. Tetapi pengunjung juga disuguhi oleh pemandangan Sungai Brantas dan rindangnya pepohonan. 

Berada di bawah jembatan terasa sejuk dengan semilir angin yang membuat pengunjung betah. Pelanggan tidak jarang memanfaatkan kunjungannya bersama keluarga atau juga pasangannya.

Bukan kenyamanan saja, namun warung sederhana Sego Nogo juga menyajikan masakan khas yang bercita rasa menggoyang lidah. 

Jika pengunjungnya baru pertama mampir, pasti akan ketagihan. Menu utama yang tersaji di warung yang telah berdiri sejak tahun 2002 itu, yakni nasi campur yang berisi ikan wader dan kikil dan nasi botok.

Pilihan menu warung yang disajikan ada tiga macam, yakni nasi wader, nasi kikil dan nasi botok lengkap dengan sambal kemangi yang semakin menambah nikmatnya bersantap di pinggir Sungai Brantas di bawah jembatan.

Surini mengatakan bahwa warungnya setiap hari dipadati oleh pengunjung di wilayah sekitar Kediri. Ada yang cuma sekadar mampir makan, tetapi ada juga yang memang merasa penasaran ingin mencicipi makan di tempat terbuka. 

"Untuk seporsi nasi campur berisi ikan wader dan kikil dibanderol dengan harga 17 ribu, nasi ikan wader 13 ribu, dan nasi kikil 13 ribu. Sedangkan untuk nasi botok juga di banderol 13 ribu,"kata Surini, Jumat (2/11/18). 

Ia menjelaskan,  pemberian nama warung Sego Nogo sendiri karena sambalnya sangat pedas bisa membuat lidah bergetar.  "Kita buka mulai pukul 08.00 -21.00.  Alhamdulillah, masakan setiap hari habis. Untuk omzet per hari antara Rp 1 juta sampai Rp  1,5 juta. Pelanggannya rata-rata orang di sekitar wilayah Kediri,"ungkap Surini. 

Sementara itu, Yanto -salah satu pengunjung- mengataku suka masakannya yang pedas dan "nendang" di lidah dan harganya juga terjangkau. "Selain itu, saya suka suasananya yang sejuk karena berada di pinggir sungai dan dibawah jembatan," katanya.  (*)

Pewarta : Eko Arif Setiono
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Kediri TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top