Hampir Seluruh Kelurahan di Kota Blitar Endemis DBD, Dinkes Minta Warga Jaga Kebersihan

Ilustrasi.(Foto : Kompas)
Ilustrasi.(Foto : Kompas)

JATIMTIMES, BLITAR – Dari dua puluh satu kelurahan di Kota Blitar, hanya dua kelurahan yang tidak masuk kategori daerah endemis wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD), yakni kelurahan Tlumpu dan Kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo. 

Melihat itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar merekomendasikan agar masyarakat lebih peka lingkungan dan terjaga kebersihannya dengan 3 M. Tiga M ini maksudnya menguras, menutup dan mendaur ulang terhadap benda atau lingkungan yang berpotensi timbulkan wabah nyamuk Aedes Aegypti, penyebab DBD.

"Upaya pencegahan sarang nyamuk (PSN) sejak dini dengan pola 3 M benda-benda yang berpotensi untuk sarang nyamuk perlu dilakukan,” ucap Kepala Dinkes Pemkot Blitar Muhammad Muhlis.

Menurut dia, masyarakat mestinya tidak menunggu jelang musim penghujan jika ingin lingkungan sekitar terbabas dari wabah DBD. Sebaliknya, sebelumnya optimalisasi lingkungan sehat bisa diciptakan terlebih dahulu sebelum musim hujan benar-benar tiba yang membawa dampak serius wabah nyamuk DBD.

"Sebelumnya itu mestinya masyarakat bisa bergerak terlebih dulu memastikan lingkungan sekitarnya bebas wabah demam berdarah melalui 3 M tadi," tukas dia.

Sekadar informasi, kasus DBD di dua kelurahan di Kota Blitar yang tidak termasuk endemis itu tergolong sporadis. Sebab, tiap tahun, tidak selalu ditemukan kasus DBD di dua kelurahan itu.

Sedangkan jumlah kasus DBD paling tinggi berada di Kecamatan Sananwetan. Pada Januari-Agustus 2018 ini, sudah ada 45 kasus DBD di Kecamatan Sananwetan. Kemudian disusul Kecamatan Sukorejo sebanyak 22 kasus DBD dan Kecamatan Kepanjenkidul ada 20 kasus DBD. (*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top