Pekerja Kreatif Harus Siap-Siap, Pembangunan Ekonomi Kreatif Akan Semakin Digencarkan oleh Pemkot Malang

Wali Kota Malang Sutiaji (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)
Wali Kota Malang Sutiaji (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)

JATIMTIMES, MALANG – Pembangunan ekonomi kreatif sudah dimulai oleh Pemerintah Kota Malang sejak 2015 dengan pembentukan Malang Creative Fusion (MCF). Tahun ini, pembangunan ekonomi kreatif akan semakin digencarkan.

"Malang di RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) kami sasarannya untuk ekonomi adalah ekonomi kreatif. Kalau ekonomi kreatif berarti ekonomi digital," ungkap Wali Kota Malang Sutiaji saat di Universitas Widyagama Malang tadi (3/11).

Menurut Sutiaji, dalam pembangunan ekonomi kreatif ini setidaknya ada 4 subsektor yang menjadi prioritas utama, yakni kuliner, game dan aplikasi, film dan animasi, serta desain grafis dan komunikasi visual.

Potensi kuliner di Kota Malang sangatlah besar. Terlebih lagi Malang adalah kota yang menjadi tujuan untuk wisata. Ciri khas kuliner Kota Malang sendiri antara lain bakso Malang, kripik tempe Sanan, putu Lawang, orem-orem, tahu Sukun, hingga rawon.

"Kita punya potensi kuliner yang luar biasa, apalagi ada namanya tempe menjes itu bisa kita tawarkan ke wisatawan," katanya saat mengisi seminar nasional tadi.

Selain kuliner, potensi lain yang dimiliki kota Malang adalah industri game dan aplikasi. Jumlah startup studio game di Malang sendiri mencapai 92 startup. Selain itu, sejumlah 2.200 pengusaha di Kota Malang bergelut di dunia game dan aplikasi.

Nah, selanjutnya adalah sektor film. Film karya Arek Malang juga beberapa kali menggemparkan jagat perfilman di Indonesia, seperti Yo Wis Ben karya Bayu Skak dan film Darah Biru Arema yang tayang di berbagai bioskop. Tentu karena itu sektor film dan animasi juga menjadi prioritas.

Tak ketinggalan sektor desain grafis dan komunikasi visual. Bahkan, animator-animator asal Malang ada yang ikut serta dalam penggarapan film Adit dan Sopo Jarwo.

Nah, selain empat sektor tersebut, Sutiaji juga sempat menyinggung sektor lain yaitu fashion dan komunikasi.

"Sektor yang jadi prioritas Kota Malang yaitu fashion, kuliner, animasi, komunikasi, game, dan film," ujarnya saat diwawancara.

Nah, untuk mewujudkan kesuksesan di semua sektor itu, Pemkot mengupayakan smart city. Smart city mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola sehari-hari, dengan tujuan untuk mempertinggi efisiensi, memperbaiki pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan warga.

"Tentunya akan kami bangun infrastruktur. Salah satunya nanti akan ada banyak tempat-tempat free wifi," ungkapnya.

 

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Yogi Iqbal
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top