Kopi Arjuna Arabika Tipika dari Kota Batu Tembus Korea Gagal ke Amerika

Slamet Kurniawan menunjukkan produk kopi arjuno arabika tipika di rumahnya Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Slamet Kurniawan menunjukkan produk kopi arjuno arabika tipika di rumahnya Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES, BATU – Hasil produksi kopi yang ditanam di lereng gunung Arjuna ternyata sudah melalang buana hingga korea selatan. Produknya adalah kopi arjuna arabika tipika yang terkenal karena varietasnya yang langka.

Varietas kopi ini dikembangkan oleh Slamet Kurniawan sejak beberapa tahun terakhir. Hingga saat ini pria yang akrab disapa Paimo ini sudah menerima pesanan hingga Korea Selatan, Taiwan, tentunya di kawasan seluruh Indonesia. 

“Sering juga kami mengirim ke Korea, Taiwan. Dan terakhir mau kirim ke Amerika terkendala biaya kirim yang cukup tinggi hingga puluhan juta rupiah. Sehingga gagal,” ungkap Paimo, Sabtu (3/11/2018). 

Paimo menjual kopi arjuna arabika tipika itu seharga Rp 150 ribu per kilogramnya. Dan rata-rata yang membeli memiliki kopi arjuna arabika tipika. “Dan memang rata-rata yang beli ini mereka menjajal uanh original (kopi arjuna arabika tipika,” imbuhnya. 

Menurut Paimo kota yang sering menjadi langgananya itu adalah Jakarta. “Saya juga baru saja mengirim pesanan kopi ke Jakarta. Dan memang Jakarta yang sering beli,” imbunnya saat ditemui di rumahnya Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji. 

Dalam satu bulannya Paimo harus memproduksi kopi seberat 1 kuintal yang diperuntukkan untuk warga Indonesia. “Dan memang banyak yang pesan untuk rasa original ini,” jelas pria yang dikaruniai 2 anak ini.

Ia menambahkan banyaknya permintaan kopi arjuna arabika tipika ini karena memiliki rasa asam dengan dipadukan rasa buah. Ini yang menjadi ciri khas kopi tersebut.

“Karena punya rasa asam dan buah-buahan utu terasa ketika diseruput. Dan kebetulan orang luar negeri itu pesannya sudah berkali-kali,” katanya.

Hanya saja ia menjual kopi ini di Indonesia Rp 60 ribu per kilogramnya. Selain itu, diperkebunan milik Paimo itu saat ini sedang dikembangkan kopi kuning atau yellow.

“Kopi ini jarang di Indonesia, adanya di Colombia. Sekarang masih dalam proses sedang saya kembangkan,” ujar pria 35 tahun ini. 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher : Yogi Iqbal
Sumber : Batu TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top