Kasus DBD di Blitar Meningkat, Satu Anak Meninggal

Ilustrasi.(Foto : Goggle Images)
Ilustrasi.(Foto : Goggle Images)

JATIMTIMES, BLITAR – Penyakit demam berdarah atau sering disebut DBD di Kabupaten Blitar semakin mengkhawatirkan. Dibandingkan tahun sebelumnya, tahun 2018 ini angka penderita DBD meningkat drastis.


Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Krisna Yekti mengatakan  satu lagi penderita DBD dinyatakan meninggal dunia. Sebelumnya tercatat enam penderita DBD meninggal dunia terhitung sejak Januari hingga Oktober 2018.

Dengan tambahan satu kasus ini, hingga November 2018 tercatat tujuh penderita DBD dinyatakan meninggal dunia. Sama dengan kasus sebelumnya, penderita DB yang meninggal juga berusia di bawah 10 tahun. Pasien tercatat sebagai warga Kecamatan Gandusari. 

"Jadi sebelumnya ada enam penderita dinyatakan meninggal dunia. Terhitung sejak Januari hingga Oktober 2018. Kemudian, bulan ini kami menenukan satu lagi kasus meninggal dunia," ucap Krisna Yekti.

Dikatakan, meninggalnya  pasien DBD ini, akibat kurangnya pengetahuan warga terkait penanganan pasien DBD. Dari hasil evaluasi diketahui, kebanyakan penderita terlambat mendapatkan penanganan medis. Mereka,  baru dibawa ke fasilitas kesehatan setelah sudah terlanjur parah.

"Kebanyakan ketika dibawa ke fasilitas kesehatan, kondisinya sudah parah. Sehingga tidak bisa diselamatkan. Untuk itu kami mengimbau agar para orang tua peka dengan kondisi kesehatan anak-anaknya," ujarnya.

Dia mengakui angka kasus DBD pada tahun 2018 ini meningkat 3 kali lipat dibanding dengan tahun 2017. Jika pada 2017 lalu hanya ada 84 kasus sepanjang tahun, 2018 ini pihaknya mencatat sudah ada 250 kasus DBD.

“Untuk mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) kasus demam berdarah, Kami menggalakkan gerakan juru pemantau jentik (Jumantik). Hal ini terbukti efektif menekan angka penyebaran demam berdarah. Program juru pemantau jentik (jumantik) di setiap rumah dapat menekan angka penyebaran nyamuk aedes aegypti, sehingga jumlah penderita DB dapat terus ditekan,” tuntasnya.(*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top