Pantai Permata Pilang Probolinggo Butuh Sentuhan

Tempat duduk ini, swadaya warga Kelurahan Pilang,m Kecamatan kademangan (Agus Salam/Jatim TIMES)
Tempat duduk ini, swadaya warga Kelurahan Pilang,m Kecamatan kademangan (Agus Salam/Jatim TIMES)

JATIMTIMES, PROBOLINGGO – Pentai yang berlokasi di Kelurahan Pilang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, butuh sentuhan. 

Pantai utara pulau jawa tersebut, masih tampak kurang bagus untuk dijadikan pilihan alternatif, tujuan wisata. 

Utamanya sarana dan prasarananya, seperti jembatan yang menghubungkan lokasi pantai sisi timur dan barat sungai.

Tak kalah pentingnya, jalan menuju pantai dari Jalan Lingkar Utara (JLU) atau Jalan Anggrek, yang masih belum beraspal. 

Mengingat, pantai yang saat ini diberinama Pantai permata tersebut, ramai pengunjung, terutama minggu atau hari libur lainnya. Bahkan, tidak sedikit dijadikan lokasi foto preweding.

Tak hanya itu, pantai yang kini telah dihijaukan dengan tanaman cemara udang atau cemara pantai itu, pernah dikunjungi sekolah dan perguruan tiunggi untuk belajar lingkungan. 

Pra pelajar juga belajar tentang pembibitan mangrove atau bakau dan tanaman pantai jenis lainnya. 

“Banyak pelajar yang ke sini. Mahasiswa dari luar daerah pernah ke sini. Belajar soal pembibitan mangrove,” tandas Muhammad (68)

Ketua Forum komunikasi Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas) meminta pemkot memperhatikan pantai yang dikelola bersama warga Pilang tersebut.

Ia berkeinginan, pantai yang pernah diterjang pasir erupsi Bromo itu menjadi ekowisata, khusus masyarakat menengah ke bawah. 

"Kalau Bee Jay Bakau Resort kan tempat ekowisata untuk kalangan menengah ke atas,” tambahnya.

Saat ditanya, apa saja yang dibutuhkan untuk mewujudkan keinginannya Muhammad tidak butuh dana bantuan, tetapi perhatian. 

Menurutnya, keseriusan pemkot untuk membangun pantai permata menjadi tempat tujuan wisata yang murah dan meriah, terjangkau bagi masyarakat menengah kebawah. 

“Kami butuh keseriusan dan komitymen pemkot. Hanya itu,” pintanya.

Saat ini, yang mengelola dan merawat pantai yang ditanami cemara udang itu adalah pengusung forum dan pokmaswas Pilang serta warga setempat. 

Mereka dengan sukarela membabati tanaman liar dan menanami bakau serta merawatnya. 

Sebab, jika tanaman tidak dirawat, maka akan mati. 

“Tanaman bakau kalau tidak dirawat, dimakan binatang laut. Ya, kami yang membersihkan hewan laut yang menempel di tanaman bakau,” katanya.

Mereka mau bekerja tanpa honor, lantaran berbekal peduli terhadap lingkungan. 

Karenanya Muhammad meminta pemkot lebioh serius mengelola pantai permata tersebut. 

Tak hanya itu, pokmas saat ini sudah membangun tempat duduk santai yang terbuat dari ban bekas. 

“Tempat duduk dari roda kendaraan itu, swadaya kami. Ya biar warga yang ke sini bisa bersantai menikmati suasana pantai,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Agus Salam
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top