Setelah Batik, Kain Tenun Mulai Merambah Panggung Fashion Indonesia

Busana kain tenun Evelyn di pameran batik MOG (Foto: Imarotul Izzah/Malang Times)
Busana kain tenun Evelyn di pameran batik MOG (Foto: Imarotul Izzah/Malang Times)

JATIMTIMES, MALANG – Kini, batik sudah terkenal di dunia fashion, baik di Indonesia maupun luar negeri. 

Gelaran fashion dengan kain batik pun tidak hanya dilakukan di Indonesia, namun sering kali dipamerkan hingga ke mancanegara. 

Di Indonesia sendiri sudah ada Putra Putri Batik dan juga Hari Batik Nasional. 

Setiap hari Jumat, banyak lembaga yang mewajibkan karyawannya untuk memakai batik.

Namun, Indonesia tidak hanya memiliki kain batik sebagai kain tradisional. 

Indonesia juga memiliki kain tenun yang sudah saatnya mendapat perhatian yang sama dengan batik. 

Kain tenun merupakan kain yang dihasilkan dari proses menenun dengan menggunakan teknik persilangan benang lungsing dengan benang pakan dan proses pewarnaannya menggunaan pewarna alami.  

Untuk diketahui, pamor kain tenun kemarin sempat melejit lantaran dikenakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti yang melenggang di atas catwalk dalam gelaran Jakarta Fashion Week 2019. 

Saat itu, Susi tampil nyentrik dengan bustier hitam dan outer kain tenun berjumbai berwarna coklat hitam. 

Baju itu semakin lengkap dengan sepatu knee high boots hitam, turban, dan kacamata hitam. Busana tenun yang ia kenakan saat itu merupakan rancangan dari desainer Anne Avantie.

Sejak itu, kain tenun mulai mendapat perhatian. Salah satu pegiat UKM asal Jakarta Eva Evelyn yang sedang mengikuti pameran batik di MOG mengaku membuat baju dari kain tenun karena pamor kain tenun yang mulai naik.

"Desainer-desainer di Jakarta lagi meningkatkan pamor kain tenun di fashion show," ungkap Eva Evelyn saat ditemui di MOG tadi (8/11).

Dirinya membuat kain tenun menjadi lebih modern dengan memadukannya dengan  kain polos dan kain lurik agar tidak membosankan.

Menjadi bermacam-macam, tenun disulap menjadi rompi, rok, blazer, hingga baju atasan.

Untuk diketahui, atasan tenun ini bisa dijadikan solusi apabila kamu sedang bosan dengan batik.

Menariknya, busana tenun ini bisa dikenakan di acara formal maupun nonformal.

"Sekarang kain tenun dijadikan model yang bermacam-macam dan bisa dipakai di situasi apa saja, untuk sekadar jalan-jalan, kerja, atau acara resmi misalnya kondangan, dipadukan dengan kebaya," ungkap Eva.

Nah, apabila kamu ingin mencoba busana kain tenun dan di Malang masih jarang, kamu bisa mencarinya di Instagram. 

Di online shop sudah banyak yang menawarkan berbagai busana tenun. Karena memang, pergerakan fashion di dunia maya lebih cepat. 

Tentunya, pemakaian kain tenun akan membuat penampilanmu auto nyentrik seperti Ibu Susi.

Untuk diketahui, busana kain tenun sendiri rata-rata dimulai dari harga Rp 200 ribu-an.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top