Razia Meteran PLN, Beberapa Rumah di Doroampel Gelap Tanpa Lampu, Begini Keluhan Warga

Atin Tunjukkan Meteran yang diputus kabelnya oleh orang berpakaian serba hitam / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Atin Tunjukkan Meteran yang diputus kabelnya oleh orang berpakaian serba hitam / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Beberapa rumah di dusun Jarakan Desa Doroampel Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung sudah empat malam tampak gelap gulita. Hanya lilin yang memerangi ruangan tamu yang tampak menyala. Rupanya aliran listrik di rumah-rumah warga itu diputus jaringannya oleh orang yang mengaku petugas dari PLN 

"Tiba-tiba datang kemari dengan pakaian serba hitam, lalu di foto dan ujungnya diputus kabel atas spedometer," ungkap Atin (48) warga Doroampel sambil menunjuk spedometer yang telah diputus Kamis (8/11) siang

Dirinya sempat bertanya alasan diputusnya kabel tersebut karena petugas menemukan adanya lubang di kabelnya. 
"Memang pernah sini punya hajat, tapi siapa yang melubangi kan kita tidak tau," paparnya

Tak mau ribut lebih jauh, Atin bersama keluarganya membayar sejumlah hampir 1,5 juta ke kantor PLN Tulungagung. Namun meski dibayar, kabel yang telah diputus tidak juga disambung lagi. "Katanya jika sudah dibayar langsung disambung, ternyata sudah dibayar juga tidak segera disambung. Kasihan orang tua saya yang sudah usia lanjut, jika malam sangat gelap," paparnya

Berbeda dengan Atim, Tutut mengaku kena denda 7 (tujuh) juta, namun atas bantuan oknum wartawan berinitial YS, denda pada rumah Tutut bisa di nego sehingga tinggal sekitar Rp 3 jutaan.

Saat dikonfirmasi, Tutut keberatan untuk menceritakan proses pembayaran, namun meski telah ia bayar listrik di rumahnya juga belum disambung.

Kepala Desa Doroampel, Agus Muhaji saat ditemui di kantor desa mengatakan telah mendapat beberapa pengaduan dari warganya termasuk dari satu perangkatnya bernama Agung. Namun, Agus tidak tau berapa jumlah rumah yang kena "razia" meteran karena tidak ada pemberitahuan pada desanya. "Sama sekali tidak ada pemberitahuan, tiba-tiba ada laporan beberapa rumah warga saya kena razia dengan kewajiban membayar jika ingin menyala kembali," paparnya

Kepala Desa tidak tau persis apakah razia yang dilakukan prosedural atau tidak, dirinya justru berharap setidaknya jika ada temuan dan akan dilakukan razia serupa pihak desa dikabari terlebih dahulu. "Sebaiknya desa diberitahu, kan ini menyangkut warga kami," harapnya. 

Sementara itu, saat awak media mengkonfirmasi masalah tersebut melalui jaringan celuler pada pihak PLN Tulungagung tidak mendapatkan respon. 

Pewarta : Anang Basso
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top