Tersangka Pembacokan : Saya Sakit Hati, Menyesal dan Dibacokpun Mau..

Dua tersangka Pembacokan saat dirilis di Mapolsek Ngunut / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Dua tersangka Pembacokan saat dirilis di Mapolsek Ngunut / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Dua tersangka penganiayaan di Cafe KL 2 Desa Sumberejo Wetan Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung mengaku sakit hati karena di kata-katai tidak enak oleh Suyatno (51) pemilik tempat usaha itu. 

Kedua tersangka yang bernama Slamet (39) Kampung Tengah Desa Maron Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar dan temannya yang bernama Hepy Budi Purwito (38) warga dusun Regomulyo Desa Wonorejo  Plosoklaten Kabupaten Kediri 
"Saya sakit hati, ini harga diri. Hanya kurang uang sedikit saja kata-kata (pemilik warung) tidak enak didengar," kata Slamet yang mengaku sering datang ke warung untuk minum dan karaoke.

Slamet yang baru pulang satu hari dari Malaysia mengaku emosi dan khilaf pada Suyatno. Pasalnya, selain kenal, dirinya merupakan pelanggan lama yang sering datang ke warung untuk karaoke dan minum. 
"Saya merantau dua tahun, saya kenal dengan pemilik warung. Uang saya kurang pasti akan saya bayar, dulu saya sering minum disitu. Kecuali jika tidak kenal, saya mabuk dan khilaf (membacok korban)," jelasnya

Tersangka Slamet dan Hepy mengaku menyesal atas kejadian perbuatan yang dilakukan pada Suyatno, namun semua telah terjadi dan dirinya menerima jika harus dihukum.  
"Dibilang menyesal saya menyesal boleh dibilang dia teman saya, jika saya dibacok saya mau,"  paparnya

Dalam rilis nya Kapolsek Ngunut Kompol Siti Nurinsana mengatakan jika pelaku sakit hati karena mendengar kata tidak enak dari pemilik Kafe. Kedua tersangka cukup lama bernyanyi dan minum, kemudian keduanya hendak pulang dan berniat membayar ke kasir dengan total Rp 1,170  juta rupiah, namun rupanya uang yang dibawa hanya Rp 1 juta saja. Sehingga ada kekurangan 170 ribu rupiah. 
"Karena sakit hati, mendengar kata kurang enak dan pulang mengambil parang," ungkapnya

Keduanya lantas meninggalkan handphone di kafe sambil mengambil uang ke Kademangan, namun karena kesal keduanya bukan hanya mengambil uang kekurangan, tapi juga membawa senjata tajam berupa celurit dan parang. 
"Lalu mereka kembali ke Kafe guna membayar kekurangan, tapi juta membawa sajam dan kemudian melakukan penganiayaan dengan sajam itu," jelasnya

Sabetan sajam itu mengenai dahi Suyatno hingga robek sepanjang 13 centimeter.
"Murni sakit hati dan kena pengaruh minuman keras karena mereka karaoke disitu, sempat lari ke Plosoklaten dan kita bisa amankan disana," paparnya

Sebelumnya, Nasib tak beruntung dialami oleh Suyatno (51) warga dusun  Sanan RT 002 RW 003 desa  Balesono, Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Suyatno mengalami luka bacok cukup parah dan harus dilarikan ke Rumah sakit Kamis (29/11) pagi.

Tak terima dengan luka serius dialami suaminya, istri Suyanto yang bernama Wiwik Andayani melaporkan kejadian itu ke Polsek Ngunut. 

Pewarta : Anang Basso
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top