Pemkot Batu Minta Warganya Waspadai Dispenser di Rumah, Berikut Alasannya

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso saat memeriksa daftar pemeriksaan di Jl Diran Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Minggu (2/12/2018). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso saat memeriksa daftar pemeriksaan di Jl Diran Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Minggu (2/12/2018). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES, BATU – 1 Rumah 1 Juru Pemantau Jentik (Jumantik) salah satu program yang mulai digencarkan oleh Pemkot Batu kepada masyarakat. 

Kali ini rumh Lismini warga Kelurahan Sisir Kecamatan Batu Kota Batu ini menjadi sasaran Pemkot Batu, Minggu (2/12/2018).

Tim Jumantik dari Puskesmas Sisir bersama Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Ketua DPRD Batu Cahyo Edi Purnomo, Wakil Ketua DPRD Hari Danah Wahyono, dan tim Dinas Kesehatan memantau titik-titik yang menjadi sarang nyamuk. Seperti kamar mandi, selokan, tempat cuci piring.

“Meskipun sudah diperiksa di mana saja titk-titik sarang nyamuk, yang tidak disadari adalah dispenser. Di situlah biasanya terdapat jentik nyamuk. Dan ini perlu untuk diwaspadai,”kata Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso.

Kelurahan Sisir itu menjadi jujukan pertama dalam Jumantik ini karena merupakan area padat penduduk. 

Apalagi dari data Dinkes Kota Batu sejak tahun 2015 angka penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Sisir terbanyak.

Rinciannya pada tahun 2015 terdapat 21 kasus DBD. Lalu tahun 2016 bertambah ada 24 kasus. Dan tahun 2017 hanya ada 1 kasus, sedangkan pada tahun 2018 sudah tidak ada kasus.

Sedangkan secara keseluruhan di Kota Batu tahun 2015 ada 213 kasus, tahun 2016 ada 809 kasus, tahun 2017 ada 116 kasus, dan 2018 sampai November ada 9 kasus saja.

“Untuk angka kasus di Kelurahan Sisir itu lebih banyak dibanding kelurahan dan desa lainnya,” imbuhnya.

Melihat angka yang cukup tinggi kasus DBD, sejak saat itu mulai dicanangkan Jumantik oleh petugas Puskesmas. Tetapi keterbatasan petugas disetiap desa dan kelurahan dibentuk Kader Jumantik.

Mulai saat itu setiap RT/RW memantau warganya agar bebas dari Jumantik. 

Dan Kelurahan Sisir ini menjadi daerah pertama sebagai percontohan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik. 

Dengan demikian setiap rumah memiliki kesadaran untuk membasmi jentik nyamuk.

Menurutnya kesadaran masyarakat khususnya di Kelurahan Sisir mulai meningkat. 

“Mulai dari menjaga kebersihan. Dan kesadarannya mulai meningkat,” ujar mantan DPRD Kabupaten Malang.

Sementara itu warga Kelurahan Sisir Lismini menambahkan setiap satu minggu sekali selalu membersihkan dan mengecek daerah-daerah rawan jentik nyamuk. Ini merupakan cara untuk menghindari DBD.

“Seperti gentong yang kosong di rumah tidak terpakai itu saya tutup. Dan kami berupaya untuk mulai meningkatkan kesadaran dari diri sendiri,” ujar Lismini.

 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top