Berat Badanmu Termasuk Kurang, Lebih, atau Normal? Cari Tahu Melalui Cara Ini

Foto ilustrasi (istimewa)
Foto ilustrasi (istimewa)

JATIMTIMES, MALANG – Tentu dambaan banyak orang memiliki berat badan yang ideal. Berat badan ideal bisa kita lihat melalui Indeks Massa Tubuh (IMT). 

Indeks Massa Tubuh merupakan salah satu cara untuk mengetahui rentang berat badan ideal Anda dan memprediksi seberapa besar risiko gangguan kesehatan kita.

Metode ini digunakan untuk menentukan berat badan yang sehat berdasarkan berat dan tinggi badan. 

Jadi, IMT bisa memperlihatkan apakah kategori berat badan seseorang sudah proporsional atau belum. 

Melalui IMT, seseorang akan tahu apakah berat badannya termasuk kategori normal, kelebihan, atau justru kekurangan.

Ketua DPC Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Malang Ibnu Fajar mengatakan normalnya status gizi orang dewasa di rentan usia 18-59 tahun adalah mencapai angka 18,05 hingga 25,00.

"Orang dewasa status gizinya sampai angka 25,00 berarti normal. Ketika hasilnya melebihi 25, berarti kelebihan berat badan. Sehingga berolahraganya harus ditingkatkan," ujar Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kota Malang Ibnu Fajar, SKM., M.Kes dalam acara Care Health Day Dinas Kesehatan Kota Malang (2/12) di Car Free Day.

Menurut Ibnu, cara mengukur Index Massa Tubuh (IMT) ini yakni, IMT = Berat Badan (kg) / Tinggi Badan (m)˛.

“Jadi, berat badan dalam kilogram (kg) dibagi tinggi badan dalam meter kuadrat,” ujar Ibnu.

Misalnya seseorang memiliki berat badan 70 kg dan tinggi badan 170 cm. 

Maka perhitungannya adalah 70 dibagi 170 (didesimalkan ke meter) kemudian dibagi lagi tinggi badan (dalam meter) itu.

"Baru lah ketemu IMT-nya," imbuhnya.

Untuk diketahui, seseorang dikategorikan kurus (kurang energi kronis) apabila hasilnya kurang dari angka 17,0. 

Apabila mencapai angka 17,0 – 18,4 dikatakan kekurangan berat badan tingkat ringan.

Sedangkan, dikatakan normal apabila mencapai angka 18,5 – 25,0. Dikatakan kelebihan berat badan ringan apabila mencapai angka 25,1 – 27,0.

Kemudian dikatakan kelebihan berat badan tingkat berat (obesitas) apabila mencapai angka lebih Dari 27,00.

"Kalau kelebihan berarti pola hidup sehat mulai dirubah, ditambah dengan aktivitas terus ditingkatkan lagi," tandasnya.

Berat badan yang tidak sehat dapat berdampak buruk bagi kesehatan, misalnya dapat memicu penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi.

Sedangkan berat badan yang terlalu rendah berisiko kekurangan zat gizi hingga osteoporosis.

“Keseimbangan gizi adalah status keseimbangan antara apa yang dimakan dan apa yang digunakan,” ungkapnya.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top