Cegah DBD, Puskesmas Mulyorejo Getol Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk

Caption: Kepala Puskesmas Mulyorejo drg. Indra Ratnasari
Caption: Kepala Puskesmas Mulyorejo drg. Indra Ratnasari

JATIMTIMES, MALANG – Puskesmas Mulyorejo terkenal dengan Program Satu Rumah Satu Jumantiknya. Namun, program tersebut masih belum menyeluruh ke semua kelurahan yang ada di wilayah Puskesmas Mulyorejo. Meski begitu, Puskesmas Mulyorejo tetap memperhatikan kelurahan-kelurahan lain dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara berkala.

"Kami kemarin sudah koordinasi dengan wilayah dengan Pak Lurah untuk mengimbau ke RW, RT, dan kader untuk melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk berkala. Jadi kayak kerja bakti. Kita juga bantu abatisasi. Kita menyediakan abate yang nanti bisa diambil di puskesmas," papar Kepala Puskesmas Mulyorejo drg. Indra Ratnasari saat ditemui di kantornya tadi (4/12).

Abatisasi fungsinya untuk pencegahan jentik. Jadi untuk meminimalkan terjadinya siklus dari nyamuk itu. Abate biasanya ditaruh di air kamar mandi. Jadinya nyamuk tidak lagi bertelur di air tersebut.

Indra mengaku, kebanyakan warga selama ini meminta fogging. Padahal sebenarnya fogging tidak efektif karena hanya membunuh nyamuk dewasa saja. Sedangkan larva tidak terkena efek dari fogging.

"Maka dari itu dibuat pencegahan. pencegahannya berupa 3M (Menguras, Menutup, dan Menimbun) dan abatisasi, kemudian membersihkan baju-baju yang bergantung dan sebagainya," papar Indra

Untuk melaksanakan fogging sendiri harus memenuhi persyaratan tertentu. Indra menyatakan bahwa tidak semua kasus demam berdarah dilakukan fogging. "Pertama dari medis dipastikan dulu bahwa yang bersangkutan benar-benar secara dinyatakan positif demam berdarah. Kalau sudah itu baru tim kami melakukan pemantauan epidemiologi ke wilayah," ungkapnya.

Begitu tidak ditemukan jentik di sekitarnya, pihak puskesmas akan melaksanakan PSN. Mengimbau juga kepada masyarakat sekitar untuk melakukan pembersihan sarang nyamuk dengan 3M. Nah, kalau ada kasus demam berdarah lebih dari satu dan ada kematian itu baru puskesmas bisa melakukan fogging.

"Kalau ada laporan demam berdarah dari dokter kami, tim surveilans kami langsung gerak cepat untuk melakukan survei pemantauan epidemologi," imbuh Indra.

Pemantauan jentik di sekitar rumah penderita pun dilakukan. Radiusnya sekitar 20 rumah dari rumah penderita.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top