Bupati Lumajang Sampaikan Sinyal, Kepala BKD Terancam Dicopot

Bupati Lumajang H Thoriqul Haq. (Foto: Pawitra/JatimTIMES)
Bupati Lumajang H Thoriqul Haq. (Foto: Pawitra/JatimTIMES)

JATIMTIMES, LUMAJANG – Hingga hari ini, Inspektorat Pemkab Lumajang masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat terkait pungutan liar yang dilakukan sejumlah oknum. Laporan hasil pemeriksaan (LHP) inilah yang akan menjadi acuan Pemkab Lumajang untuk menindaklanjuti temuan tersebut.

"Prinsipnya ini adalah tindakan untuk melakukan evaluasi sekaligus pendisiplinan aparat, supaya menjalankan tugas dan fungsinya sesuai aturan. LHP tersebut yang akan mendasari kami untuk menjatuhkan sanksi," ucap Bupati Lumajang H Thoriqul Haq kepada media, Rabu (5/12/2018).

Bupati juga memaparkan bahwa berdasarkan LHP, ada indikasi sejumlah pungutan yang tidak sesuai ketentuan terhadap ASN terkait proses kenaikan pangkat/golongan. Padahal kenaikan pangkat memang sudah semestinya menjadi tugas dan fungsi Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

"Itu kan sudah diatur dalam undang-undang. Kalau tugasnya memang itu, kok masih ada pungutan di luar aturan? Ya berarti harus ada tindakan tegas dan evaluasi," imbuhnya.

Lebih lanjut, Kepala BKD Lumajang Drs Nur Wakid Ali Yusron juga telah dipanggil terkait keputusan bupati. "Pada prinsipnya beliau (kepala BKD, red) juga telah menyampaikan permohonan maafnya. Secara personal saya juga harus tetap menjalin komunikasi karena saya akui Pak Nur Wakid ide dan pikiran-pikirannya bagus. Semoga ini jadi evaluasi ke depan," tandas Thoriqul Haq.

Terkait sinyal pencopotan kepala BKD, bupati Lumajang menjelaskan bahwa itu adalah langkah awal. Sedangkan untuk langkah selanjutnya, terhadap ASN yang terlibat, masih menunggu LHP selanjutnya dari Inspektorat.

"Untuk yang lainnya, akan ada keputusan selanjutnya terkait tindakan indisipliner. Saya juga harus meminta penjelasan Inspektorat sebagai rekomendasi untuk keputusan selanjutnya," tambah Cak Thoriq, panggilan bupati.

Dari hasil pemeriksaan Inspektorat, pungutan liar kepada ASN yang mendapatkan kenaikan pangkat berkisar 500 ribu rupiah per orang. Sedangkan di lingkungan Pemkab Lumajang ada 300 lebih ASN yang mengalami kenaikan pangkat saat dijabat bupati sebelumnya. (*)

 

Pewarta : Pawitra Huda Pradana
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Lumajang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top