Terima Telepon, Wanita Ini Malah Rugi 500 Ribu

Ilustrasi penelpon penipu (istimewa)
Ilustrasi penelpon penipu (istimewa)

JATIMTIMES, MALANG – Masyarakat Kota Malang, tampaknya, harus terus berhati-hati. Pasalnya, penipuan melalui telepon dengan mengaku sebagai saudara, teman, pegawai bank bahkan sampai polisi yang mengabarkan kecelakaan atau penangkapan fiktif yang dilakukan kepada keluarga korban masih banyak meneror masyarakat.

Seperti yang dialami oleh Indah Zulfa (25), warga Tanjung, Sukun, Kota Malang. Dia harus menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh oknum penipu melalui telepon.

Kejadian tersebut terjadi saat korban ditelepon oleh sebuah nomor 082361165148 sekitar pukul 8.30 WIB (4/12/2018). Saat itu, sang penelepon mengaku berasal dari pihak polisi tanpa menyebut jelas berasal dari polres mana.

Kemudian, penelepon itu mengatakan kepada korban jika kakaknya ditangkap polisi karena tersandung kasus narkoba. Namun ketika sudah berbicara panjang lebar, pelaku kemudian meminta pulsa sebesar 500 ribu untuk biaya pengantian komunikasi.

Dari situ, korban mencoba menawarkan kepada penelepon tersebut dengan mentransfer uang tunai ke rekening oknum penelepon tersebut. Akan tetapi penelepon penipu tersebut enggan menerima uang tunai dan meminta korban untuk tetap memberikan pulsa sebesar 500 ribu.

"Saat itu nomor tersebut, saya dia memang ngaku polisi.btapi nggak jelas dari mana setelah itu saya seperti nggak sadar seperti terhipnotis. Nurut saja ketika disuruh kirim. Langsung spontan saya kirim. Sebelumnya memang saya tawarkan untuk transfer tapi tetap minta pulsa," ungkapnya (5/12/2018).

Menurut korban, meskipun dirinya menjadi korban penipuan ini, dia  tak akan melapor kepada pihak berwajib dan lebih memilih mengihklaskan kerugian yang diderita.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Malang Kota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengungkapkan,    memang kasus-kasus penipuan melalui telepon tersebut memang sudah sering terjadi. Meskipun begitu, memang masih saja banyak masyarakat yang menjadi korban.

Maka dari itu, masyarakat memang lebih harus jeli dan berhati-hati, jangan mudah langsung percaya terhadap orang-yang yang menelepon tanpa diketahui jelas nomornya. Terlebih lagi mereka yang mengaku polisi kemudian meminta sejumlah imbalan untuk penyelesaian kasus.

"Jangan percaya oknum-oknum yang mengaku polisi kemudian minta uang agar kasusnya selesai dan lain-lain. Itu sudah pasti penipuan. Maka dari itu, diharapkan masyarakat lebih berhati-hati," ungkapnya.

Ketika menerima telepon juga harus fokus sehingga tidak gampang mengikuti sugesti dari oknum penipu. Kalau perlu saat menerima telepon mencurigakan,  matikan saja atau terima dengan mengajak orang lain untuk mendengarkan bersama-sama.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang memang menjadi korban penipuan untuk segera saja melapor ke pihak berwajib. Sehingga kasusnya segera bisa cepat ditangani dan tidak ada lagi korban lainnya. (*)

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top