Tiang Provider Tak Berizin, Sumber Penyumbat Gorong-Gorong Jalan Zaenal Zakse (1)

Menancap di Gorong-Gorong, Tiang Provider Picu Air Meluber ke Jalan

Tiang yang terlihat berada di tengah saluran sehingga membuat sampah menyangkut dan membuat buntu saluran. (DPUPR)
Tiang yang terlihat berada di tengah saluran sehingga membuat sampah menyangkut dan membuat buntu saluran. (DPUPR)

JATIMTIMES, MALANG – Satgas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang beberapa hari kemarin (4/12/2018) menemukan hal yang mengejutkan ketika membersihkan saluran air atau gorong-gorong di kawasan Jalan Zaenal Zakse. Tepatnya dekat perempatan Cukam, Jodipan, Kota Malang.

Saat membersihkan saluran air dari gorong-gorong di kawasan tersebut, satgas kaget ketika menemukan sebuah saluran gorong-gorong yang tersumbat penuh sampah.

Yang lebih membuat terbelalak lagi, penyebab mandeknya sampah tersebut dikarenakan sebuah tiang provider telekomunikasi menancap tepat di tengah gorong-gorong hingga menembus  ke tanah.

Akibatnya, sampah dari atas saluran yang mengalir ke bawah terhenti oleh tiang provider tersebut dan semakin lama semakin menumpuk hingga membuntu saluran tersebut. Dampaknya, saat musim hujan, air dari gorong-gorong akhirnya meluber keluar saluran dan mengenangi sejumlah ruas jalan menuju arah Kedungkandang.

"Itu yang membuat kami terkejut. Tidak menyangka kalau tiangnya dipasang seperti itu. Tapi saat ini sudah kami bersihkan dan aliran air sudah lancar," ungkap koordinator Satgas DPUPR Kota Malang Hari Widodo (5/12/2018).

Menurut Benk-Benk, sapaan akrab koordinator Satgas DPUPR tersebut, sementara itu memang masih belum jelas tiang tersebut milik siapa provider mana.  Namun dia berharap segera ada tindakan dari pihak-pihak yang memang berhubungan dengan provider tersebut. Sebab, jika tidak, maka tentu penyumbatan di kawasan Jalan Zaenal Zakse kembali terjadi.

"Yang menjadi korban kan masyarakat lagi. Air gorong-gorong kembali meluber membanjiri jalan. Makanya harus cepat ada tindakan," tandasnya.

Sementara itu, untuk membersihkan gorong-gorong dari penyumbatan, Satgas DPUPR harus menggali lubang yang cukup dalam. Selain itu, petugas juga harus masuk ke dalam gorong-gorong yang sempit untuk membersihkan sampah yang menyumbat. (*)

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top