Disetiap Kerumunan Warga Bupati Lumajang Turun Melakukan Serap Aspirasi Terkait Tambang Pasir

Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq ketika menemui warga terkait tambang pasir (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq ketika menemui warga terkait tambang pasir (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

JATIMTIMES, LUMAJANG – Ketika menemui warga yang melakukan blokade jalan di desa Jugosari Kecamatan Candipuro Lumajang,  Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq beberapa kali berhenti dan turun dari mobil untuk melakukan serap aspirasi guna mencari akar persoalan terkait angkutan tambang yang ada di wilayah selatan Lumajang.

Usai bertemu dengan ratusan warga di perbatasan desa Jugosari, sekitar 500 meter setelah perjalanan pulang, Bupati turun dari mobil dan berbincang dengan ibu-ibu yang berkerumun di pinggir jalan. Ibu-ibu ini berkerumun di pinggir jalan karena mengetahui bupati Lumajang lewat di desa mereka.

"Bagaimana bu, barangkali ada usulan atau masukan dari ibu-ibu terkait jalan tambang ini, kalau tidak ada truk lewat lebih enak apa bagaiamana," kata Bupati Lumajang.

Secara bergantian sekitar lima orang perempuan yang ditemui Bupati Lumajang menyampaikan keluhannya karena jalan mereka rusak akibat angkutan tambang. Karena keluarga mereka tidak bekerja disektor pertambangan, maka kelima ibu-ibu ini kompak meminta agar angkutan tambang dikurangi, karena mereka merasa lebih nyaman tanpa adanya lalulalang truk tambang di depan rumah mereka.

"Sejak ditutup ini enak pak, jalannya sepi. Anak-anak bisa berangkat sendiri ke sekolah. Kalau banyak truk, gak berani anak-anak berangkat ke sekolah. Jalannya kecil seperti ini, kalau berpapasan gak cukup pak. Makanya kalau banyak truk anak-anak selalu saya antar ke sekolah," kata salah seorang warga yang ditemui Bupati Lumajang.

Sementara disisi lain, mereka juga mengeluhkan kerusakan jalan. Karena kalau musim hujan banyak kubangan air, jika musim kemarau banyak debu jalanan yang mengotori rumah mereka.

"Kalau nggak hujan kita harus rajin membersihkan lantai rumah pak Bupati. Jemuran kita taruk dibelakang rumah. Karena kalau didepan, baru dicuci kotor lagi. Debunya parah pak. Kalau hujan kita selalu kecipratan air di jalan," kata ibu yang lain.

Usai bertemu dengan ibu-ibu ini, Bupati kembali turun dari mobil dan bertemu dengan sejumlah warga. Bedanya kali ini bertemu dengan warga yang menginginkan blokade jalan dibuka, karena terkait dengan urusan perut. Mereka mengeluh karena tidak bisa lagi bekerja.

Usai menemui sejumlah warga Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq menyatakan optimis, masalah konflik tambang ini bisa diselesaikan, karena pihaknya ingin melibatkan semua pihak untuk menyelesaikan masalah ini.

"Ini persoalan akses tambang. Itu efeknya banyak. Bagi yang memiliki rumah dipinggir jalan mereka dirugikan karena jalanan rusak kadang juga berdebu. Sementara bagi mereka yang bekerja ditambang, mereka gak bisa kerja. Ini harus ada titik temu," kata Bupati Lumajang kepada sejumlah awak media.

Malam ini bupati merencanakan akan bertemu dengan seluruh pihak yang terkait tambang untuk mencari penyelesaian masalah tambang yang berujung pada saling blokade jalan ini. 

Pewarta : Moch. R. Abdul Fatah
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Lumajang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top