Indonesia Negara Terbanyak yang Mencabut Izin Maskapai, Berikut Nama-Nama Maskapainya

screenshoot (youtobe)
screenshoot (youtobe)

JATIMTIMES, MALANG – Indonesia mempunyai banyak maskapai penerbangan, sehingga persaingan industri penerbangan di dalam negeri semakin ketat.

Semua maskapai penerbangan di Indonesia saling bersaing untuk mendapatkan pelanggan tetap agar bisa melayani kebutuhan transportasi udara.

Banyak maskapai penerbangan di Indonesia yang katakanlah sudah berada di tingkat sukses, seperti Garuda Airline, Sriwijaya Airline, Lion Air dan lain-lain. Namun juga ada yang bangkrut atau failed.

Berikut MalangTIMES akan suguhkan daftar maskapai yang pernah ada dan kini sudah punah di Indonesia.

1. EFATA PAPUA AIRLINES


 

Adalah sebuah maskapai penerbangan yang berpusat di Indonesia, Efata merupakan penerbangan penuh. Menawarkan kelas deluxe dan kelas ekonomi serta menyediakan makanan selama penerbangan.

Tersedia sistem pemesanan online dan dapat di batalkan hingga 24 jam sebelum penerbangan.

Menteri transportasi mencabut lisensi 11 Maskapai Penerbangan Indonesia pada Februari 2007, termasuk PT Efata Papua Airlines. Dan memberikan kesempatan bagi para operator untuk merestrukturisasi perusahaan. Namun sampai saat ini Efata Papua tidak beroperasi lagi.

2. BALI AIR


 

Adalah sebuah maskapai penerbangan yang berbasis di Jakarta Indonesia, saat ini operasinya telah diberhentikan Departemen Perhubungan pada bulan Februari 2007 menunda pembatalan lisensi dari 11 maskapai penerbangan yang menganggur termasuk Bali Air.

Untuk memberikan peluang restrukturisasi kepada para operator tetapi tidak ada informasi tentang rekstrukturisasi sampai hari ini.

3. AIR PARADISE INTERNATIONAL


Atau nama resminya PT. Air Paradise International adalah sebuah maskapai penerbangan yang berbasis di Indonesia.

Memulai operasi pada 16 Februari 2003 untuk melayani penerbangan dari Australia ke Bali, setelah maskapai penerbangan Australia unset berhenti beroperasi.

Air Paradise terpaksa berhenti beroperasi sejak 23 November 2005 akibat turunnya jumlah penumpang setelah peristiwa Bom Bali 2005.

4. ASIA AVIA AIRLINE


 

Atau disebut PT. Asia Avia Megatama merupakan sebuah maskapai penerbangan yang berbasis di Jakarta Indonesia.

Maskapai ini mengoperasikan penerbangan dosmetik terjadwal, basis utamanya terletak di Bandar Udara International Polonia, Medan.

Menteri Transportasi Indonesia pada Februari 2007 mencabut lisensi terhadap 11 maskapai penerbangan termasuk PT Asia Avia Megatama, untuk memberi kesempatan merestrukturisasi maskapai tersebut.

5. BAYU INDONESIA


 

Atau nama resminya PT. Bayu Indonesia Air adalah sebuah maskapai penerbangan yang berbasis di Indonesia.

Oleh Departemen Perhubungan, izin penerbangan maskapai ini saat ini telah dibekukan.

6. DIRGANTARA AIR SERVICE


 

Merupakan sebuah maskapai penerbangan yang berbasis di Jakarta Indonesia.

Maskapai penerbangan ini didirikan dan memulai operasinya pada tahun 1971, sahamnya dimiliki oleh UDI Upaya Foundation 40%, karyawan 30% dan lainnya 40%.

Maskapai ini memiliki 232 karyawan, pada maret 2007 Menteri Perhubungan Indonesia mengumumkan rating maskapai Indonesia dengan beberapa maskapai dikategori mengancam keselamatan penerbangan. Salah satunya adalah Dirgantara Air Service.

Tetapi maskapai ini masih beroperasi, laporan lainnya menyatakan bahwa Dirgantara Air Service telah ditutup, tetapi hanya 3 pesawatnya yang tidak beroperasi lagi karena alasan keamanan yang kurang. Namun, pada tahun 2009 maskapai ini resmi berhenti beroperasi.

7. PACIFIC ROYALE AIRWAYS


 

Adalah salah satu maskapai penerbangan komersial Indonesia yang menerima izin penerbangan dari pemerintah pada bulan November 2011.

Maskapai ini mulai beroprasi pada tanggal 11 Juni 2012, namun dilaporkan pada bulan November 2012 lisensi penerbangannya telah dicabut.

8. MEGANTARA AIR


Adalah maskapai penerbangan cargo Indonesia yang berbasis di Bandar Udara Internasional Sukarno Hatta.

Operasi maskapai penerbangan ini dimulai pada Mei 2007, maskapai ini mengoperasikan layanan angkutan barang sewaan dan penerbangan reguler antara Indonesia dan Singapura.

Sejak Mei 2009 maskapai ini telah memutuskan untuk menghentikan semua operasinya, semua pesawat kemudian dikembalikan ke Transmile Air Services dari Malaysia.

Megantara Air dimasukan dalam kategori dua oleh otoritas penerbangan sipil Indonesia, untuk kualitas keamanan maskapai.

9. NURMAN AVIA INDOPURA 


 

Merupakan sebuah maskapai penerbangan yang berbasis di Jakarta Indonesia. Maskapai ini mengoperasikan penerbangan carter penumpang dan cargo.

Maskapai penerbangan ini diresmikan pada tahun 1997 sebagai anak perusahaan dari Heavylift Indonesia.

Dan pernah melayani penerbangan carter, sekarang menjadi maskapai yang sudah tua seperti Borak Indonesia Air dan Simpati Air.

10. NUSANTARA BUANA AIR


 

Adalah sebuah maskapai penerbangan Indonesia yang melayani tujuan di Aceh dan pusatnya pada Bandara Polonia Medan dan Bandara Sultan Iskandar Muda.

Nusantara Buana Air terdaftar dalam kategori 2 oleh otoritas penerbangan sipil Indonesia untuk kualitas keselamatan penerbangan.

Nusantara Buana Air bersaing dengan Sabang Merauke Raya Air Charter layanan penyewaan bagi pemerintah terjadwal ke kota-kota di Aceh.

Mengambil alih dari SM Aceh untuk 2009 setelah rute SM Aceh diaktifkan pada 2008.

Pada Januari 2010 tidak ada penerbangan, sebelumnya rute yang dioperasikan baik dari Medan Banda Aceh ke Blangpidi Kutacane Melabue Simulue Chingkil Takenon dan Tapak Puan serta kepulauan Nias melalui Padang menggunakan Dirgantara Tunggal Ensi 212 200 (menit 7)

11. RIAU AIRLINES 


 

Adalah maskapai penerbangan daerah yang berpusat di Bandara Sultan Syarif Kasmin 2, Pekanbaru. Didirikan pada tahun 2002 bertujuan untuk membuka dan memajukan transportasi di Riau.

Maskapai penerbangan ini didirikan pada 12 Maret 2002 dan mulai operasi pada Desember 2002. Ini adalah maskapai penerbangan komersial satu-satunya di Indonesia yang terpusat di luar Jakarta.

Riau Airlines juga satu-satunya penerbangan komersial yang dimiliki pemerintah daerah. Saham mayoritas dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Riau dan provinsi lain seperti, Lampung, Bangka Belitung dan Bengkulu.

Sebelumnya, alur penerbangan ini menghubungkan kota-kota di Riau yang memiliki bandara perintis. Dan setelah itu telah diperbesar wilayah jangkauannya hingga menghubungkan kota besar di Pulau Sumatera, dan juga melayani rute Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan rute sempat diperluas untuk penerbangan internasional, yakni ke Malaysia.

Namun, krisis keuangan muncul di maskapai ini, sehingga memutuskan beroperasi pada tahun 2008. Tapi pada Januari 2011, kembali dibuka dengan rute penerbangan Pekanbaru, Tanjung Pinang, Natuna dengan pesawat boeing 737-500 yang di sewa dari PT. Aero Nusantara Indonesia.

12. SEULAWAH NAD AIR


 

Didirikan pada September 2002, maskapai ini mengakhiri pada Maret 2003 tampa kejelasan beroperasinya kembali.

Pada 2005, sebuah investor nasional disiapkan untuk membayar hutang Seulawah NAD Air, dimiliki oleh Pemerintah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan kembali beroperasi setelah melakukan MOU.

13. KALTIM AIRLINES


Adalah maskapai regional yang melayani penerbangan di wilayah Kalimantan Timur. Kaltim Airlines tutup karena banyaknya bandara udara di pedalaman dan perbatasan Kalimantan Timur.

Penerbangan maskapai ini dimulai pada 17 Agustus 2011, tepat pada saat perayaan hari kemerdekaan Indonesia. Penerbangan maskapai ini dimulai dari Balikpapan tujuan Samarinda.

14. TOP AIR


 

Pada Februari 2007, Kementerian Perhubungan menunda lisensi terbang maskapai termasuk PT. Top Sky International untuk memberikan kesempatan operator agar melakukan restrukturisasi.

15. SKY AVIATION 


 

Didirikan pada 2010 pertama kalinya Sky Aviation hanya mengoperasikan Poker 50, Cesna C 208 dan Cyrus SR 22, pada Fanbourgh Airshow 2010 maskapai ini memesan Sukoi Superjet 100 sebanyak 12 unit dan pengguna pertamanya di Indonesia.

Pada tahun 2012, Sky Aviation mendatangkan Boeing 737 300 untuk memperkuat armadanya sekaligus bekerja sama dengan Bread Talk untuk akomodasi roti di dalam penerbangan.

Di tahun 2013, armada penerbangan ini menerima armada Sukoi Superjet 100 pertama nya, tapi karena krisis maskapai ini menghentikan operasionalnya pada tahun 2014 sampai saat ini. 

Pewarta : Hendra Saputra
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top